Pengembangan Wisata, Warga Siru Usulkan Pembangunan Warung Santai Di Persawahan Jalan Trans Flores

Pengembangan Desa Wisata, Warga Siru Usulkan Pembangunan Warung Santai Di Persawahan Jalan Trans Flores

Pengembangan Wisata, Warga Siru Usulkan Pembangunan Warung Santai Di Persawahan Jalan Trans Flores
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Musyawarah Desa Siru di Kecamatan Lembor, Mabar, NTT. 

Pengembangan Desa Wisata, Warga Siru Usulkan Pembangunan Warung Santai Di Persawahan Jalan Trans Flores

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Warga Desa Siru di Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), mengusulkan agar dalam kaitannya dengan pengembangan desa wisata di desa itu, perlu dibangun warung-warung santai tempat minum kopi dan berbagai jenis makanan di pinggir ruas jalan trans Flores yang melewati areal persawahan irigasi Lembor.

Usulan itu disampaikan dalam Musyawarah Desa (Musdes) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) untuk tahun anggaran 2020.

Demikian yang disampaikan oleh Kepala Desa Siru Sumardi, kepada POS--KUPANG.COM, Jumat (2/8/2019).
Musyawarah itu kata dia telah berlangsung pada Hari Kamis (1/8/2019).

"Masyarakat mengusulkan pembangunan warung di areal persawahan irigasi jalan trans Flores," kata Sumardi.
Untuk bidang pemberdayaan, banyak warga mengusulkan pengadaan ternak ayam, ternak kambing, pengadaan bibit sayur dan bibit ikan air tawar.

Selain itu banyak juga peserta musyawarah yang mengusulkan infrastruktur jalan desa, air minum bersih berbasis solar cell dan pembuatan pagar indah.

Warga juga menginginkan pembentukan dan perkuat karang taruna, pembinaan kelembagaan adat, pembinaan bakat dan kesenian generasi muda.

"RKPDes merupakan turunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Karenanya, segala pokok pikiran daftar usulan program pembangunan harus mengacu pada RPJMDes," kata Sumardi.
Ketua BPD Desa Siru Yusuf Hamju juga menyampaikan hal senada.

"RKPDes merupakan dokumen perencanaan yang memuat pokok - pokok kebijakan pembangunan desa. RKPDes juga menjadi kerangka acuan bagi Pemerintahan Desa dalam menyusun program dan kegiatan tahun 2020," kata Yusuf.

Musyawarah itu juga dihadiri oleh Camat Lembor yang diwakili Fransiskus Usman.

Dia meminta agar dalam usulan program harus memprioritaskan kebutuhan mendesak.

Fransiskus berharap, daftar gagasan yang diusulkan dalam Musdes RKPDes itu sesuai dengan kebutuhan bukan karena keinginan.

Pemda TTS Usulkan Kuota CPNS dan Tenaga P3K, Ini Jumlahnya

Lorens Mega Man Segera Ajukan Penangguhan Penahanan Untuk Kadis PU, Samuel Nggebu

Hadir juga pada saat itu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh perempuan, tokoh pemuda, pendamping desa dan juga Badan Permusyawaratan Desa (BPD).(LAPORAN REPORTER POS--KUPANG.COM, SERVATINUS MAMMILIANUS)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved