Ini Keluhan Kadis Dukcapil TTU Soal Blangko e-KTP

sesuai dengan aturan, pihaknya terus melayani dengan mengeluarkan surat keterangan penduduk.

Ini Keluhan Kadis Dukcapil TTU Soal Blangko e-KTP
POS-KUPANG.COM/ Thomas Mbenu Nulangi
Plt. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten TTU, Petrus Mau. 

Ini Keluhan Kadis Dukcapil TTU Soal Blangko e-KTP

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengalami kehabisan stok blangko e-KTP.

Kehabisan stok blangko e-KTP tersebut sudah terjadi dua pekan terakhir. Meskipun demikian proses perekaman e-KTP terus dilakukan oleh petugas di Dinas Dukcapil Kabupaten TTU.

Hal itu disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Dukcapik Kabupaten TTU, Petrus Mau kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/8/2019).

Atas kekurangan tersebut, kata Petrus pihaknya sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Dukcapil Kemendagri untuk mengalokasikan blangko e-KTP.

"Memang stok blangko e-KTP di TTU sudah habis. Dan kita sudah lakukan komunikasi dengan Dirjen Dukcapil supaya segera alokasikan blangko e-KTP. Dan ini semua daerah juga sedang berjuang," katanya.

Petrus menambahkan, selama ini alokasi blangko e-KTP dari Dirjen Dukcapil Kemendagri RI kepada pemerintah daerah sangat terbatas, sementara kebutuhan blangko ini meningkat.

"Misalnya pada bulan Mei lalu permintaan kita ada 5.000 blangko. Tetapi yang dilayani hanya 1.000 sehingga membuat kita tida bisa melayani masyarakat sampai tiga bulan ini," terangnya.

Petrus menjelaskan, atas kekurangan tersebut, pihaknya juga sudah membangun komunikasi dengan masyarakat memberikan pengumuman bahwa stok blangko e-KTP habis.

"Supaya masyarakat kita bisa mengerti dan memahami bahwa stok blangko e-KTP kita sudah habis," ujarnya.

Petrus mengatakan, saat ini, pemerintah pusat sudah memiliki stok blangko e-KTP dan pihaknya sudah mengutus seorang petugas untuk mengambil blangko tersebut.

"Mereka bilang sudah ada, maka kita sudah utus seorang petugas ke sana. Berangkatnya hari ini. Dan usulan kita tetap sama 5.000. jadi mudah-mudahan mereka melayani kita sampai 5.000 sehingga kita bisa melayani sampai tiga bulan kedepan," ungkapnya.

Petrus mengatakan, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, sesuai dengan aturan, pihaknya terus melayani dengan mengeluarkan surat keterangan penduduk.

Dua Bule Asal Perancis Bertemu Wabup Marianus

Intakindo Diharapkan Bisa Lebih Nyata Berkontribusi Wujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera

"Nah suket itu sebagai pegangan sementara untuk masyarakat. Jadi masyarakat yang telah melakukan perekaman e-KTP mendapatkan suket yang masa berlakunya hanya enam bulan," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved