Nilai Tukar Petani Provinsi NTT, Ini Subsektor yang Mendukung

Melihat perkembanhan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli terhadap Juni dan Juni terhadap Mei mengalami peningkatan.

Nilai Tukar Petani Provinsi NTT, Ini Subsektor yang Mendukung
POS-KUPANG.COM / AMBUGA LAMAWURAN
Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia. Gambar diambil pada Senin (1/4/2019). 

Nilai Tukar Petani Alami Peningkatan, Ini Subsektor yang Mendukung

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG - Melihat perkembanhan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli terhadap Juni dan Juni terhadap Mei mengalami peningkatan.

Bila mengalami peningkatan ini berarti menunjukkan bahwa petani mengalami keuntungan. Dimana indeks yang diterima masih jauh lebih tinggi dari indeks yang dibayar.

Demikian disampaikan Kepala BPS NTT, Ny Maritje Pattiwaellapia, ketika menggelar Pertemuan Bulanan di Kantor BPS NTT, Kamis (1/8/2019).

Nt Maritje mengatakan berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 115 kecamatan di NTT pada Juli 2019 NTT di Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan dibandingkan Juni 2019 yaitu sebesar 0,47%.

Peningkatan ini, lanjutnyaa disebabkan oleh harga jual hasil pertanian meningkat ditinjau per subsektor dengan membandingkan NTT Juli dengan NTT Juni maka peternakan dan Perikanan yang mengalami penurunan sedangkan sub sektor lainnya seperti perkebunan rakyat, holtikultura dan padi palawija
mengalami peningkatan.

Nama Nur Asia Uno Isteri Sandiaga Uno Muncul di Bursa Pilkada Tangerang Selatan 2020

Ia menjelaskan indeks harga yang diterima petani (It) dari kelima sub sektor menunjukkan fluktuasi harga beragam Komoditas pertanian yang dihasilkan petani pada Juli 2019 indeks harga yang diterima petani meningkat 0,48% dibandingkan Juni 2019 yaitu dari 139 koma 83 menjadi 1040 koma 51 peningkatan pada Juli 2019 disebabkan oleh meningkatnya indeks terima sub sektor tanaman pangan perkebunan dan hortikultura.

Selanjutnya, indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan khususnya petani yang merupakan bagian terbesar di pedesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian pada Juli 2019 indeks harga yang dibayar petani dilaporkan mengalami peningkatan yang tidak signifikan dibanding dengan bulan Juni yaitu dari 132,01 menjadi 132,03 atau naik 0,01% peningkatan ini terjadi pada sub sektor tanaman pangan peternakan dan Perikanan.

Mengenai konsumsi rumah tangga atau inflasi pedesaan petani, katanya, petani harus belanja untuk produksi tapi juga untuk rumah tangga.

Terungkap Merek HP yang Dipakai Presiden Jokowi Joko Widodo Untuk Bikin Vlog, Kepoin Harganya

"Beberapa komoditi mengalami inflasi hanya bahan makanan, produksi juga naik tapi sedikit. Berarti petani masih mampu belanja untuk biaya konsumsi dan produksi," tuturnya.

Ia berharap indeks terus naik. Karena bila petani berhasil dan pendapatan meningkat yang akan berdampak pada banyak hal.

Seperti pertumbuhan ekonomi dan juga kemiskinan.
Nilai Tukar Usaha pertanian juga mengalami pola yang terus meningkat.
Diharapkan usaha dari para petani juga meningkat dengan harga-harga yang bisa dikendalikan. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved