Di Mabar Kasus KDRT Sejak Januari, Berkasnya Baru P21 Akhir Juli 2019

berharap agar persoalannya bisa segera diselesaikan oleh petugas penegak hukum secepat mungkin.

Di Mabar Kasus KDRT Sejak Januari, Berkasnya Baru P21 Akhir Juli 2019
pos kupang.com, servan mammilianus
Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumowardono, SIK 

Di Mabar Kasus KDRT Sejak Januari, Berkasnya Baru P21 Akhir Juli 2019

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami seorang ibu di Bonda, Desa Lendong, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang terjadi sejak Januari 2019 lalu, berkasnya baru P21 akhir Juli 2019.

Ibu itu bernama Valdetrudis Anita, berharap agar persoalannya bisa segera diselesaikan oleh petugas penegak hukum secepat mungkin.

Dia menuturkan, dirinya sudah melapor ke pihak kepolisian sejak Januari 2019 lalu atas KDRT yang dia alami namun dirinya tidak tahu sudah sampai mana masalah itu ditangani.

"Harapan saya selaku korban agar masalah ini cepat selesai. Saya masih sangat takut untuk pulang ke rumah. Saya mohon kepada pihak berwajib, kalau begini terus kami harus ke mana lagi kalau bukan kepada pihak berwajib," kata Valdetrudis.

Terpisah Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumowardono, SIK menyampaikan bahwa berkas kasus itu sudah P21 sehingga selanjutnya menjadi kewenangan kejaksaan.

"Sudah P21 pada minggu lalu sekitar Hari Kamis atau Jumat. Selanjutnya menjadi kewenangan dari Kejaksaan," kata Julisa, Kamis (1/8/2019) siang.

Inilah Sosok Bocah NTT yang Jadi Anak Angkat Ruben Onsu & Sarwendah, Pemilik Ayam Geprek Bensu

KPU Sumba Timur Gelar Rapat Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu Serentak Tahun 2019

Dia membenarkan bahwa pelaku KDRT belum ditahan karena ada pertimbangan tertentu.

"Tetapi tidak menutup kemungkinan nanti akan ditahan," kata Julisa.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved