Agung Hercules Meninggal

Agung Hercules Meninggal Dunia Karena Kanker Otak, Kenali Gejala dan Stadiumnya

Apa itu kanker otak yang menyerang Agung Hercules, apa saja tipe dan tingkatan perkembangannya, berikut ulasan laman kesehatan hellosehat.com.

Agung Hercules Meninggal Dunia Karena Kanker Otak, Kenali Gejala dan Stadiumnya
CancerOz
Ilustrasi kanker otak. 

Stadium IV: Jaringan kanker ganas mulai menunjukkan sel-sel abnormal yang jelas dan tumbuh agresif atau sangat cepat.
Untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan tumor di otak, dokter fokus pada karakteristik tumor dan efeknya pada fungsi otak.

Faktor utama yang digunakan untuk menilai tumor otak meliputi:

* Ukuran dan lokasi tumor atau kanker di otak

* Jenis  atau jaringan atau sel  apa yang memengaruhi otak

* Resectability (kemungkinan dari seberapa besar tumor dapat dihilangkan lewat operasi kanker)

* Seberapa menyebarnya sel kanker di otak atau sumsum tulang belakang

*Kemungkinan kanker telah menyebar ke bagian luar otak atau tidak

*Dokter nantinya juga akan mempertimbangkan usia pasien serta gejala-gejala kanker di otak.

* Pasien juga akan dilihat, seberapa besar fungsi-fungsi dasar, seperti ucapan, pendengaran atau gerakan terganggu atau berubah akibat sel kanker pada otak.

Menentukan stadium  kanker di otak, caranya cukup jauh berbeda dari penentuan stadium kanker lain di dalam tubuh.

Kanker di paru-paru, usus besar, dan payudara dipetakan berdasarkan lokasi di dalam tubuh, ukuran, keterlibatan kelenjar getah bening, dan kemungkinan penyebaran. Sedangkan tumor ganas di otak dinilai berdasarkan seberapa agresif (ganas) sel-sel tumor muncul di bawah mikroskop.

Tingkat dan kemampuan berkembang tumor juga akan membantu dokter atau ahli membuat keputusan pengobatan. Pembedahan tergantung pada kondisi tumor seperti dimana lokasinya, seberapa besar atau kecil ukurannya, seberapa luas penyebaran sel kanker dan pastinya melihat kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan (termasuk riwayat medis).

Apa penyebab kanker otak?

Kanker otak adalah kondisi yang tidak dapat disimpulkan secara pasti. Pasien bisa tahu apakah mereka mengalami kondisi ini hanya melalui gejala dan diagnosa yang tepat dari dokter.

Para periset menemukan beberapa perubahan yang terjadi pada sel otak normal bisa menyebabkan mereka membentuk tumor dan berakhir menjadi otak.

Tumor otak primer muncul dari banyak jenis jaringan otak (misalnya sel glia, astrocyte, dan jenis sel otak lainnya). Sementara kanker otak metastatik disebabkan oleh penyebaran sel kanker dari organ tubuh ke otak.

Namun, penyebab perubahan dari sel normal ke sel kanker pada tumor otak metastatik dan primer tidak sepenuhnya dipahami. Data yang dikumpulkan oleh para ilmuwan penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan faktor risiko tertentu lebih mungkin berisiko kanker di otak.

Dikutip dari Medicine.Net, orang yang bekerja atau berada lama di lingkungan seperti di kilang atau pengeboran minyak, penangan bahan bakar, bahan kimia, ahli kimia, pembalsem, atau pekerja industri karet, berisiko  lebih tinggi terkena kanker otak daripada masyarakat yang bekerja di lingkungan selain tersebut.

Selain itu, risiko keturunan seperti anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker di otak juga dapat memengaruhi. Namun, faktor keturunan (peralihan genetik sifat dari orang tua ke anak-anak) sebagai penyebab tumor otak belum terbukti.

Sementara faktor risiko lain seperti merokok, paparan radiasi, dan infeksi virus (HIV) telah banyak diduga menjadi penyebabnya, akan tetapi tidak terbukti menyebabkan kanker di otak.

Tidak ada bukti yang baik bahwa kanker di otak menular lewat trauma di kepala atau disebabkan oleh penggunaan telepon seluler. Pernyataan aspartam atau pemanis buatan bisa menyebabkan kanker otak pun juga belum terbukti. Bahkan, FDA atau setara dengan BPOM di Amerika berpendapat bahwa itu tidak menyebabkan kanker di otak.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker otak?

Jika Anda merasakan beberapa gejala kanker otak seperti yang disebutkan di atas, segera buat jadwal konsultasi dan pemeriksaaan dokter sesegera mungkin. Faktor-faktor berikut ini mampu meningkatkan risiko kanker otak, di antaranya:

* Usia senja
* Paparan radiasi
* Keturunan
* Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kanker otak?

Tindakan berikut dapat digunakan untuk menangani kanker otak termasuk operasi pengangkatan tumor, terapi radiasi, atau kemoterapi.

1. Operasi pengangkatan kanker di otak

Operasi mengangkat tumor ganas di otak ini dilakukan dengan cara mencoba mengangkat semua sel tumor dengan memotong tumor. Dokter akan meninggalkan jaringan otak normal. Pembedahan ini melibatkan pembukaan tengkorak (kraniotomi), yang sering disebut operasi invasif.

Beberapa kanker yang menyerang otak tidak semuanya dapat dioperasi oleh ahli bedah, karena dalam beberapa kasus operasi justru bisa menyebabkan otak bertambah rusak bahkan mengancam nyawa. 

Pasien dengan diagnosis tumor otak yang tidak dapat dioperasi, biasanya akan diberikan berbagai saran atau pilihan pengobatan sebagai alternatifnya. 

Jika pasien hendak dioperasi, dokter akan mempertimbangkan tipe dan posisi tumor yang akan menentukan apakah operasi pengangkatan tumor dapat berhasil atau tidak. Selain itu, pembedahan juga dapat memberikan diagnosa kanker dan mengurangi tekanan pada otak.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah tindakan yang umum dilakukan dalam penanganan kanker otak, tapi tidak untuk jenis tumor otak primer. Dokter juga akan memberikan obat anti kejang seperti phenytoin yang sering digunakan sebelum dan sesudah operasi. Untuk pembengkakan otak, dokter akan menyarankan penggunaan obat steroid (dexamethasone).

Cara kerja kemoterapi adalah dengan menghancurkan sel-sel tumor di dalam tubuh menggunakan bahan kimia (obat-obatan) tertentu. Obat kemoterapi akan mematikan sel-sel yang tumbuh dan membelah dengan kecepatan yang abnormal, termasuk sel kanker.

Tidak seperti operasi atau terapi radiasi, kemoterapi tidak menargetkan pada suatu area secara spesifik, sehingga dapat berefek pada seluruh tubuh. Karena itulah hasilnya juga akan efektif pada sel kanker yang telah menyebar (bermetastasis) pada bagian tubuh lain.

Sayangnya, kemoterapi adalah perawatan yang juga akan memengaruhi sel-sel tubuh yang sehat secara cepat seperti sel kulit, rambut, usus, dan sel sumsum.

Mengapa Kemoterapi Menyebabkan Rambut Rontok, Mual, Kelelahan, dan Perubahan Libido?

3. Radiasi atau radioterapi

Radioterapi adalah cara pengobatan yang mengandalkan radiasi dengan menggunakan gelombang energi tinggi seperti, sinar x, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker.

Walaupun radioterapi paling sering digunakan untuk mengobati pasien kanker, tetapi terkadang terapi ini juga dipakai untuk mengobati pasien non-kanker, seperti tumor dan gangguan pada kelenjar tiroid.

Radioterapi bekerja dengan cara merusak DNA yang mengatur pembelahan diri sel kanker, sehingga sel tidak lagi bisa berkembang dan bahkan mati.

Pengobatan ini juga bisa memengaruhi perkembangan sel-sel normal, tetapi efek samping yang ditimbulkan akan hilang jika sudah tidak melakukan terapi.

Tidak seperti kemoterapi yang mempengaruhi seluruh bagian tubuh karena menggunakan aliran darah sebagai perantaranya, radioterapi adalah pengobatan lokal yang bertujuan untuk menurunkan jumlah sel kanker tanpa harus merusak sel-sel serta jaringan yang ada di sekitar sel kanker.

Tetapi radioterapi tidak selalu langsung berhasil membunuh sel kanker atau sel normal yang sedang tumbuh. Untuk membuatnya mati dan tidak tumbuh kembali, maka dibutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan minggu.

Jaringan normal yang sering kali terkena dampak radiasi adalah jaringan tubuh yang melakukan pembelahan secara terus-menerus, seperti kulit, beberapa jaringan dalam sistem pencernaan, serta sumsum tulang.

Oleh karena itu, efek samping akan timbul beberapa waktu setelah melakukan radioterapi seperti lelah dan kulit bermasalah seperti gatal atau iritasi akan muncul sehabis melakukan terapi.

Apa saja tes kesehatan yang biasa digunakan untuk mendeteksi kanker otak?

Satu-satunya cara untuk memastikan diagnosis adalah mengambil sampel jaringan dari tumor dan melakukan uji mikroskop. Pengujian dapat dilakukan dengan biopsi atau bedah.

Sebelumnya, para dokter menggunakan citra resonansi magnet (MRI) untuk mencari kanker, selain juga tomografi (CT)
Pengobatan di rumah.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker otak?

Kanker otak adalah penyakit yang bisa dikurangi risiko dan gejalanya lewat haya hidup dan perawatan rumah berikut ini:

Koordinasi dengan dokter termasuk dalam pembedahan neuron (khusus bedah dan tulang belakang), dokter yang mempunyai spesialisasi  kanker sistem saraf, terapis radiasi untuk penanganan kanker, dan dokter keluarga Anda.
Lakukan pemeriksaan ulang dengan dokter Anda. Bisa melalui CT, MRI, atau tes darah untuk mengecek kanker dan dosis obat Aanda dengan tepat.

Temui dokter sesegera mungkin jika Anda mengalami kejang-kejang atau sakit kepala baru yang sebelumnya tidak ada, untuk mencegah komplikasi penyakit.

Sumber: hellosehat.com

Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved