Wagub NTT Akan Pantau Proyek Fisik di NTT baik Alokasi Dana APBD dan APBN

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef A. Nae Soi dalam waktu dekat akan melakukan pemantauan proyek -proyek fisik yang sementara dikerjakan. Proyek -proye

Wagub NTT Akan Pantau Proyek Fisik di NTT baik Alokasi Dana APBD dan APBN
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Wagub NTT,Josef Nae Soi pose bersama dengan instansi atau satker dengan penyerapan APBN terbaik pada acara TyFlo Award dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran (APBN) Semester Pertama 2019 di Grand Mutiara, Kota Kupang Selasa (30/7/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG -Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef A. Nae Soi dalam waktu dekat akan melakukan pemantauan proyek -proyek fisik yang sementara dikerjakan. Proyek -proyek itu yang dikerjakan dengan APBN.

Wagub Josef menyampaikan hal ini pada acara TyFlo Award dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran (APBN) Semester Pertama 2019 di Grand Mutiara, Kota Kupang Selasa (30/7/2019).

Menurut Josef, dalam waktu dirinya akan memantau langsung proyek-proyek fisik yang dikerjakan dengan APBN.
"Saya akan turun ke lapangan untuk pantau proyek fisik. Saya akan bersama inspektorat," kata Josef.
Dijelaskan, pemantauan itu bertujuan agar mendorong rekanan sehingga pekerjaan bisa tuntas sebelum berakhir tahun anggaran.

Dia juga meminta agar penyerapan anggaran harus optimal dan maksimal. Dana yang ada harus bisa dimanfaatkan agar bermafaat bagi masyarakat.
Wagub

Dikatakan, dalam penyerapan anggaran tidak boleh ada lagi toleransi terkait baik APBD maupun APBN. Demi kepentingan rakyat, kita harus melakukan penyerapan secara optimal bahkan maksimal.

Ancaman Hukuman bagi Brigadir Rangga,PelakuTembak Bripka Rachmat Effendi 7 Peluru Sampai Tewas

Target Konstruksi 2 Bendungan Meleset, Berikut Penjelasan Kepala BBWS Ciliwung Cisadane

Haris Simamora PEMBUNUH Satu Keluarga Dituntut Hukum Mati, Siap Tanggung Jawab, Ini Kronologinya

“NTT ini butuh dana banyak, masa sudah kita diberi beri dana yang begitu besar, kita tak mampu mengeksekusinya. Diharapkan ke depan tidak boleh ada toleransi," kata Josef.
Lebih lanjut dikatakan, proses untuk mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat tersebut, tidaklah mudah karena ruang fiskal APBN sangat terbatas.

“Jangan sampai Pemerintah Pusat menganggap kita tidak mampu sehingga akan mengurangi jumlah anggaran pada tahun berikutnya,” katanya.

Dia mengajak semua pihak yang mengelola dana-dana APBN baik itu Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Desa maupun dana lainnya agar selalu dievaluasi demi peningkatan penyerapan.
"Kita tidak perlu mencari siapa yang salah, tapi mencari masalah dan persoalan," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved