Wabup Marianus Sebut Boawae Tertinggi Angka Stunting di Nagekeo

Ia mengajak agar semua stakeholder bisa bersama-sama untuk menekan angka stunting sehingga tidak ada lagi di Nagekeo.

Wabup Marianus Sebut Boawae Tertinggi Angka Stunting di Nagekeo
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, SH 

"Stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO," ujarnya.

Ia menjelaskan selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk.

Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.

"Untuk penanganan khusus kita belum ada kita masih fokus di gizi buruk. Tetapi upaya pencegahannya kita dengan sosialisasi 1000 hari pertama kehidupan," ujarnya.

Ia mengatakan, tatalaksana gizi buruk adalah penanganan selama 14 hari di puskesmas dan dilanjutkan dengan makanan tambahan selama 90 hari.

Ini yang Dilakukan Pemerintah Desa Galang Dalam Mengelola Dana Desa

Dishub Manggarai Bangun Los Pengujian Kendaraan

XL Axiata Hadir Layani Jamaah Haji Dengan 9 Varian Paket

"Masalah stunting adalah masalah gizi kronis yang sudah terjadi sebelumnya yang disebabkan oleh banyak faktor antara lain kemiskinan, ketersediaan pangan yang kurang, pola asuh yang keliru, sanitasi lingkungan yang buruk dan ketersediaan air bersih yang kurang," paparnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan).

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved