Tangani Kasus Novel, Polri Siapkan 90 Anggota Tim Teknis, Ini Komentar Haris Azhar

Tangani Kasus Novel Baswedan, Polri Siapkan 90 Anggota Tim Teknis, Ini Komentar Haris Azhar

Tangani Kasus Novel, Polri Siapkan 90 Anggota Tim Teknis, Ini Komentar Haris Azhar
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar aksi di kawasan Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/7/2019). Dalam aksi tersebut mereka menyampaikan bahwa kinerja Tim Satgas kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan, cenderung hanya melakukan tindakan yang bersifat formalitas dan tidak transparan. 

Tangani Kasus Novel Baswedan, Polri Siapkan 90 Anggota Tim Teknis, Ini Komentar Haris Azhar

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Salah satu rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan kepada Polri adalah membentuk tim teknis lapangan. Sejak konferensi pers mengenai temuan dan rekomendasi TGPF pada 17 Juli 2019, tim teknis yang dipimpin Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal (Pol) Idham Azis, masih dalam tahap pembentukkan.

Polri kemudian mengungkapkan bahwa susunan tim teknis kasus Novel Baswedan yang dibentuk Polri segera diungkap besok Kamis, 1 Agustus 2019.

Ibu Kota Negara akan Pindah ke Kaltim, Apa Keunggulannya? Simak Penjelasan Gubernur Hadi Mulyadi

Jelang pengumuman, sebuah informasi baru mencuat bahwa jumlah anggota tim tersebut sekitar 90 orang.

Kata Polri soal anggota tim teknis

Informasi mengenai jumlah anggota tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

"Ada update terbaru, bisa sampai 90 orang," ungkap Dedi.

Sebelumnya disebutkan akan ada 50 anggota dalam tim teknis tersebut.

Kendati demikian, ia belum mau mengungkap secara lebih rinci mengenai tim teknis termasuk alasan di balik banyaknya jumlah anggota. Informasi lebih detil disampaikan saat pengumuman susunan tim Kamis besok.

Menpan RB Sebut Dampak Bagi ASN Jika Ibu Kota Negara Pindah dari Jakarta ke Kalimantan

Informasi sementara, tim interogator, tim surveillance, tim penggalangan, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis), hingga Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, akan dilibatkan.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved