Jangan Isi Ulang Botol Plastik Sekali Pakai, Dampaknya Buruk

Kebiasaan mengisi ulang botol plastik sekali pakai sebaiknya jangan dilakukan. Ada dampak yang ditimbulkan untuk kesehatan.

Jangan Isi Ulang Botol Plastik Sekali Pakai, Dampaknya Buruk
Freepik.com
Bahaya, Hentikan Kebiasaan Mengisi Ulang Botol Plastik yang Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan! 

POS-KUPANG.COM - Kebiasaan mengisi ulang botol plastik sekali pakai sebaiknya jangan dilakukan. Ada dampak yang ditimbulkan untuk kesehatan.

Kent Atherton CEO PuriBloc technology, perusahaan teknologi pemurnian air, banyak orang yang membeli botol air plastik dan melakukan isi ulang tanpa tahu risikonya.

"Bahkan produk bebas BPA tidak aman karena produsen sekarang mengganti bahan kimia estrogenik lainnya, yang tidak diketahui secara luas, dapat menimbulkan bahaya yang sama bagi kesehatan manusia," ungkap dia.

Bahan kimia estrogenik ini dapat memiliki efek negatif pada keseimbangan hormon manusia, tetapi potensi bahaya botol air plastik tidak berhenti di situ.

Pencuri Panik Ditinggal Rekannya, Sempat Letuskan Senjata Tapi Akhirnya Tewas Diamuk, Kronologinya

Gubernur NTT Sebut Miras Sophia Diminati Rusia, Ini Kata Ketua Komisi A DPRD Maluku Melly Frans

Dalam sebuah penelitian terhadap 259 botol air plastik di State University of New York, Fredonia, AS, terungkap, 93 persen botol tersebut mengalami beberapa bentuk kontaminasi mikroplastik.

Selain itu, botol plastik sekali pakai sebagian besar terbuat dari polietilen tereftalat atau PET, yang aman digunakan.

Namun, botol tersebut tidak dapat digunakan kembali karena dapat melarutkan bahan kimia ke dalam air yang kita minum jika dipanaskan atau tergores.

Menurut Profesor Stephanie Liberatore dalam jurnal akademik The Science Teacher, botol atau wadah air tentu sering bersentuhan dengan mulut dan tangan.

Inilah yang menyebabkannya menjadi penuh dengan kuman. "Bagian terbuka dari botol air tergolong kecil, sehingga sulit dibersihkan.

Menurut para ahli, botol air minum mengandung Bisphenol A atau BPA alias bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi plastik.

Bahan kimia ini berbahaya dan dapat larut dalam air serta dapat menumbuhkan bakteri berbahaya pada celah botol. (grid id)

Editor: Hermina Pello
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved