DPRD NTT Dukung Pengembangan Obyek Wisata Baru

Anggota DPRD NTT Dukung Pemprov NTT Lakukan Pengembangan Obyek Wisata Baru

DPRD NTT Dukung Pengembangan Obyek Wisata Baru
pos kupang/robert ropo
Yohanes Rumat 

Anggota DPRD NTT Dukung Pemprov NTT Lakukan Pengembangan Obyek Wisata Baru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - DPRD NTT mendukung upaya pemerintah mengembangkan tujuh destinasi wisata atau obyek wisata baru di NTT. Rencana ini merupakan pikiran yang baik dan terbaru dalam upaya menjadi destinasi baru yang menarik.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi V DPRD NTT, Yohanes Rumat, Rabu (31/7/2019).
Tujuh objek wisata baru di NTT yang akan dikembangkan,yakni Fatumnasi di Kabupaten TTS, Lamalera di Lembata, Mulut 1000 di Rote Ndao, Pantai Liman di Pulau Semau, Desa Koanara di Ende, Wolwal di Alor dan objek wisata Praimadita di Kabupaten Sumba Timur.

Awas, Ada Penipuan Berkedok Internet Gratis 1.000 GB di WhatsApp, Seperti Ini Modusnya

Menurut Yohanes, rencana pemerintah provinsi NTT untuk pengembangan dan penataan obyek wisata baru menjadi destinasi baru yang menarik.

"Nama obyek wisata ini, bagi pelaku pariwisata, selama ini sudah menjual program tour daerah wisata yang sudah ada nama dan terprogram hampir oleh semua travel agent maupun operator travel. Upaya itu membuat tingkat kunjungan wisatawan meningkat," kata Yohanes.

Mollo Utara dan Fatumnasi TTS Kaya Akan Wisata Alam

Dijelaskan, dengan adanya rencana baru oleh Pemerintah Provinsi NTT memunculkan nama obyek wisata baru ini tentu disambut oleh pelaku pariwisata.

"Sebagai salah satu pelaku pariwisata yang bergerak dalam bidang Travel Agent ,saya juga menyambut baik dan dengan senang hati. Karena, kami beranggapan sebagai obyek baru tentu dalam pembuatan paket wisata kami lebih berinovasi lagi," katanya.

Sebagai anggota DPRD Provinsi NTT , Yohanes berharap pemerintah agar mendisain obyek wisata yang akan dikembangkan itu agar benar'-benar mengikuti selera wisatawan ,baik wisatawan Mancanegara maupun domestik.

"Mengapa harapan ini kami titipkan ke Pemerintah Provinsi NTT, karena yang membiayai adalah APBD satu provinsi NTT maka uang ini harus berdampak positif terhadap keberlanjutan obyek wisata yang telah direncanakan," ujarnya.

Dikatakan, apabila pola perencanaan dan pengembagan dilakukan secara baik, maka para konsultan perencanannya harus yang sudah berpengalaman tentang pengembangan obyek wisata seperti kota-kota besar di Bali dan Jawa.

"Kalau konsultan perencanaannya baik dan benar, maka secara otomatis pelaksanaan pekerjaan akan mengikuti konsultan perencanaan. Hasil akhirnya juga pasti menarik untuk dikunjungi banyak orang sebagai wisatawan, " ujarnya.

Di juga mengharapkan agar hindari cara pikir oleh pemerintah sebagai pengguna anggaran untuk diukur karena kemampuan serapan anggaran.

"Harus ubah cara pikir seperti ini,kami di DPRD provinsi NTT akan marah terhadap pemerintah kalau menggunakan pola pikir yang penting dananya terserap, bagi kami yang penting adalah out put yang bisa dirasakan sesui tujuan perencanaan dan pengembangan," ujarnya.

Dia mengatakan, pada tujuh destinasi baru itu direncanakan oleh pemerintah harus ada kerja sama lintas sektoral yang kuat dan punya kemauan yang sama antara Gubernur sekaku kepala wilayah yang memiliki mimpi' besar agar pariwisata di jadikan Lokomotif ekonomi.

"Artinya Dinas Pariwisata Provinsi NTT harus mampu menerjemahkan dan mengangarkan secara besar-besaran juga dengan skala prioritas,demikian juga Bapedda dan Dinas PU harus mampu secara finansial mempengaruhi politik Anggaran di DPRD provinsi NTT dan di biro keuangan lewat TPAD," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved