Polisi P21 Kasus Kasus Tenggelam KM Nusa Kenari 02 di Kabupaten Alor

Berkas perkara kasus tersebut kini telah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Alor pada awal pekan ini.

Polisi P21 Kasus Kasus Tenggelam KM Nusa Kenari 02 di Kabupaten  Alor
Pos Kupang.com/Ryan Nong
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast saat konferensi pers pada Senin (29/7/2019) malam di Celebes Resto Kupan 

"Bahwa dalam perjalanan, tepatnya di perairan Kampung lingal, KM. Nusa Kenari 02 mengalami kerusakan pada mesin pompa air selanjutnya ABK dan nahkoda memperbaiki mesin tersebut dan mesin tersebut sempat menyala, tidak lama kemudian mesin pompa air tersebut mati lagi dan menyebabkan air masuk ke dalam perahu," katanya. 

Saat air mulai masuk ke kapal, jelasnya, nahkoda mengambil inisiatif untuk mengemudikan kapal ke dekat daratan tanjung Margeta tepatnya dengan jarak sekira 200 meter dari daratan untuk melakukan upaya penyelamatan pertama. . 

"Tapi saat perahu tersebut sedang menepi ke dekat daratan, tiba-tiba bodi perahu bagian kanan dihantam gelombang sehingga perahu miring dan mengakibatkan bagian dek atas perahu terlepas," lanjut Kapolres Patar. 

Ketika dek atas kapal tersebut terlepas, para penumpang yang berada di dalam perahu berusaha menyelamatkan diri dengan cara berenang. Namun naas, karena para penumpang yang berada di dek bagian bawah mengalami kesulitan untuk keluar karena perahu dalam posisi miring dan air sudah masuk ke dalam perahu.

Pada saat kejadian, lanjut Kapolres Patar, nahkoda kapal atas nama Toni Terianus Plaituka ternyata tidak ikut berlayar. Saat itu, kapal dikemudikan oleh nahkoda Peterson Plaituka dengan ABK yang terdiri atas Yupiter Mokola, Liku Malaikosa dan Epenetus Plaikari. 

KM Nusa Kenari 02 yang berukuran 20 GT dengan kapasitas angkilut 10 ton tersebut  bertolak dari pelabuhan laut Dulionong Kalabahi menuju ke Pelabuhan Pureman pada Sabtu sekitar pukul 01.00 Wita dengan rute pelayaran Pelabuhan Dulionong Kalabahi - Perairan Kampung Kelebana - Perairan Kampung Landau - Perairan Kampung Kiraman - Perairan Kampung Sibera - Perairan Kampung Mademang - Periran Kampung Pitoko - Perairan Kampung Pureman.

Saat melakukan pelayaran dari Pelabuhan Dulionong menuju ke pelabuhan Pureman, kapal tersebut membawa 48 penumpang. Namun, saat itu kapal tidak dilengkapi dengan peralatan keselamatan berupa tabung pemadam api, dan pelampung yang tersedia tidak memadai jumlahnya karena hanya disiapkan 10 pelampung.

Dalam penyelidikan polisi, kata Kapolres, kapal KM Nusa Kenari 02 juga berlayar tanpa izin dari pihak Syahbandar.

Ditjen Perbendaharaan NTT Gelar Evaluasi Pelaksanaan Anggaran, Simak Infonya

"KM Nusa Kenari 02 sebelum berlayar tidak melaporkan kegiatan berlayarnya ke kantor Syahbandar (Adpel) Kalabahi, sehingga kapal tersebut dikategorikan berlayar tanpa izin berlayar dari Syahbandar," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong) 

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved