Peserta Sarasehan Destinasi Super Prioritas Berbeda Pendapat Tentang Kehadiran BOP Di Flores

salah satunya karena BOP dikaitkan dengan otoritasnya terhadap lahan hutan 400 hektar di Labuan Bajo.

Peserta Sarasehan Destinasi Super Prioritas Berbeda Pendapat Tentang Kehadiran BOP Di Flores
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Sarasehan dan seminar di Hotel Silvia Labuan Bajo. 

Peserta Sarasehan Destinasi Super Prioritas Berbeda Pendapat Tentang Kehadiran BOP Di Flores

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Sarasehan dan seminar dalam rangka akselerasi pengembangan destinasi super prioritas Labuan Bajo Flores, berlangsung di Hotel Silvia Labuan Bajo, Senin (29/7/2019).

Para peserta berbeda pendapat tentang kehadiran Badan Otorita Pariwisata (BOP) di Labuan Bajo Flores.
Ada yang keberatan, salah satunya karena BOP dikaitkan dengan otoritasnya terhadap lahan hutan 400 hektar di Labuan Bajo.

Peserta yang menyampaikan pernyataan kritisnya terhadap kehadiran BOP, antara lain Rafael Todo Wela, Ladis Jeharun, Venansius Haryanto, Ignasius Suradin dan beberapa lainnya.

"Isu penguasaan lahan paling sensitiv. Banyak konflik terjadi karena masalah lahan. Saya cemas dengan penguasaan lahan 400 hektar. 400 hektar untuk Flores itu luas sekali. Mungkin kalau di Papua itu tidak besar. Kalau seperti ini konsep yang ditawarkan kami tolak," kata Venansius.

Peserta lainnya menyampaikan apresiasi atas kehadiran BOP, antara lain disampaikan oleh Silvester Teda Sada serta beberapa yang lainnya.

Menurutnya BOP akan berdampak baik bagi perkembangan pariwisata dan kemajuan daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Ngada yang juga menjadi peserta menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran BOP.

Namun dia minta agar Gereja harus dilibatkan karena peran Gereja selama ini sangat dirasakan masyarakat.

"Kami dari Ngada sependapat, jangan halang-halangi BOP. Kami setuju. BOP bertujuan mulia sehingga kita perlu mendukungnya," kata peserta dari Ngada itu.

Pengembangan pariwisata kata dia jangan sampai hanya mengurus infrastruktur. Tetapi pertumbuhan ekonomi, budaya, pelestarian lingkungan juga harus diperhatikan.

Pelaksana Harian (PLH) Direktur Utama (Dirut) BOP Labuan Bajo Flores, Frans Tegu, menyampaikan bahwa terkait lahan 400 hektar tidak harus di Labuan Bajo.

Bila ada lahan yang bisa digunakan di kabupaten lain di Flores maka bisa saja lahan tersebut yang digunakan.
BOP kata dia tidak punya aset lahan sehingga perlu mendapatkan lahan berkaitan dengan fungsi otoritanya.

Luna Maya Dipertemukan dengan Ariel Noah, Jadinya seperti ini, Netizen Penasaran?

Cinta Laura Ingatkan Pentingnya Keluarga, Sindir Teman Online, Malah Banjir Komentar Nyinyir

Bila lahan belum final maka BOP kata dia bisa menjalani dulu fungsi koordinasinya.(Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved