Berita Pendidikan

Menjadikan Cerpen, Komik, Meme dan Syair Daya Ungkit Literasi Siswa

PSMA dalam FLS 2019 mewadahi pengembangan literasi siswa SMA dalam ranah literasi digital melalui kompetisi dan pembinaan literasi.

Menjadikan Cerpen, Komik, Meme dan Syair Daya Ungkit Literasi Siswa
Kompas.com
Cerpen, Komik, Meme dan Syair Daya Ungkit Literasi Siswa 

3. Syair, budaya lokal berbalut teknologi
Direktorat Pembinaan SMA (PSMA) dalam Festival Literasi Siswa (FLS) 2019 mewadahi pengembangan literasi siswa SMA dalam ranah literasi digital melalui kompetisi dan pembinaan literasi siswa yang digelar di Bogor, Jawa Barat, 26-29 Juli 2019.

Iman Soleh, Dewan Juri Syair FLS 2019, menyampaikan keberhasilan bangsa besar seperti Jerman, Inggris dan Jepang salah satunya berasal dari upaya mereka menjaga kekuatan budaya syair yang mereka miliki.

Ironinya, Indonesia yang kaya akan kekuatan syair dari tiap daerah justru kehilangan daya tarik pantun, gurindam dua belas dan sejenisnya di kalangan generasi milenial.

"Justru melalui tambahan 'plus D' atau digital ini, kami mencoba memberikan makna baru dari syair agar diminati oleh generasi saat ini," jelas Iman Soleh.

Tahun ini, lomba syair FLS 2019 memberikan kesempatan siswa untuk merangkai syair dalam bingkai visual.

"Tetapi tetap kriteria utama penilaian pada kekuatan kata dalam merangkai syair dalam kata. Dan kreasi yang mereka hasilkan luar biasa. Kita kagum generasi ini hanya melalui HP mereka mampu membuat video-video yang bagus dalam waktu tidak lebih dari 5 menit," ujar Iman.

Dosen Institut Seni Budaya Indonesia Bandung ini juga mengharapkan adaptasi teknologi dalam proses kreatif syair akan mendorong siswa makin mencintai kearifan syair yang dimiliki budaya lokal masing-masing daerah.

Larang Eks Koruptor Calon di Pilkada 2020, Begini Pandangan Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin

4. Meme, satire gaya milenial
Direktorat Pembinaan SMA (PSMA) dalam Festival Literasi Siswa (FLS) 2019 mewadahi pengembangan literasi siswa SMA dalam ranah literasi digital melalui kompetisi dan pembinaan literasi siswa yang digelar di Bogor, Jawa Barat, 26-29 Juli 2019.

Meme menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari generasi milenial saat ini. Inilah yang menjadi latar belakang Direktorat PSMA memasukan meme sebagai sebuah bentuk literasi digital guna menarik minat generasi ini.

"Meme saat ini menjadi media yang memberi pesan-pesan satire yang menohok secara sosial, mulai dari pesan yang sifatnya single sel (tunggal) atau multi sel (multi pesan)," jelas Alvanov
Zpalanzani, Dewan Juri Meme FLS 2019 dari FSRD ITB.

Halaman
1234
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved