Kembalian Belanja Tak Boleh Gunakan Permen

BI terus berupaya mendorong masyarakat untuk peduli koin dengan juga menggunakan uang koin sebagai alat pembayaran yang sah.

Kembalian Belanja Tak Boleh Gunakan Permen
POS-KUPANG.COM/ Yeni Rachmawati
Deputi Kepala Perwakilan BI, Eddy Junaed 

Kembalian Belanja Tak Boleh Gunakan Permen

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG - BI terus berupaya mendorong masyarakat untuk peduli koin dengan juga menggunakan uang koin sebagai alat pembayaran yang sah.

Hal itu dilakukan dengan kas keliling BI Peduli Koin, sehingga masyarakat tidak membuang-buang uang receh pecahan Rp 100 dan Rp 200 karena merasa tidak berfungsi atau tidak diterima ketika melakukan proses transaksi jual beli.

Kata Deputi Kepala Perwakilan BI, Eddy Junaedi, ketika ditemui di KPw BI NTT, kepada POS-KUPANG. COM, Selasa (30/7/2019), karena bagi yang menolak uang rupiah kecuali ada keraguan keaslian maka akan didenda dan dipidana sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain itu, BI juga mengimbau agar Supermarket, Mall dan pedagang ketika melakukan kembalian tidak boleh menggunakan dengan permen tetapi menggunakan pecahan.

Karena ada aturan yang telah mengatur hal tersebut.

Kemkominfo RI Gandeng Pemda Nagekeo Sosialisasi GenBest di Mbay

Ini Saran Kadis Sosial Kota Kupang Bagi Orangtua Jika Lihat Anak Perempuan Pakai Pakaian Seksi

"Justru bila tidak menggunakan uang sesuai nominalnya maka akan memicu terjadi inflasi. Apalagi uang kembalian diganti dengan permen," katanya didampingi Manajer Fungsi Koordinasi, Komunikasi dan Kebijakan, Andre Asa.

Menolak uang rupiah pidana 1 kurungan penjara, Rp 200 juta. Kalau tidak digunakan maka memicu inflasi.(*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved