Ini Saran Kadis Sosial Kota Kupang Bagi Orangtua Jika Lihat Anak Perempuan Pakai Pakaian Seksi

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, drg. Retnowati mengingatkan orangtua berperan aktif mencegah kekerasan seksual yang kini marak terjadi di Kota Kupang

Ini Saran Kadis Sosial Kota Kupang Bagi Orangtua Jika Lihat Anak Perempuan Pakai Pakaian Seksi
POS-KUPANG.COM/ LAUS MARKUS GOTI
Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, drg. Retnowati 

Ini Saran Kadis Sosial Kota Kupang Bagi Orangtua Jika Lihat Anak Perempuan Pakai Pakaian Seksi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, drg. Retnowati mengingatkan agar orangtua berperan aktif mencegah kekerasan seksual yang kini marak terjadi di Kota Kupang.

Hal itu ditegaskan Retnowati saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Selasa (30/7/2019).

Menurutnya anak-anak terutama anak-anak remaja perempuan mulai tergerus dengan arus perkembangan mode pakaian.

"Jadi sekarang kita lihat banyak anak-anak perempuan remaja kenakan pakian seksi, celana mini, rok mini bahkan ke sekolah pun pakai rok mini. Jadi saya harap orangtua jangan diam saja. Kalau lihat anaknya begitu diberi teguran," ungkapnya.

Ia menjelaskan, mendidik anak perempuan agar mengenakan pakian yang pantas dan sopan bisa meminimalisir niat atau kelakuan buruk dari lawan jenis untuk melakukan tindakkan kekerasan seksual seperti pencabulan atau pemerkosaan.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Kupang, kata Retno, kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur di Kota Kupang tahun 2019 cukup tinggi yakni 81 kasus.

Anggota Tim Teknis Kasus Novel Baswedan Sampai 90 Orang, Simak Penjelasan Dedi Prasetyo

Batalkan Dokter Romi Jadi PNS, Menpan RB Peringatkan Pemkab Solok Selatan

Menurutnya, susungguhnya ada banyak faktor mengapa angka kasus pencabulan di Kota Kupang cukup tinggi, untuk itu di masing-masing keluarga orangtua berkewajiban menjalankan semua fungsi keluarga.

Fungsi-fungsi Kelurga, kata Retno, antara lain, agama, sosial-budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi serta lingkungan.

"Kalau kita melihat kondisi saat ini, maka kita harus kembali benar-benar menjalankan fungsi keluarga secara maksimal," tegasnya.(*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved