Gunakan Uang Rupiah tak Sesuai, Ini Sanksinya

Tidak hanya selebritis, masyarakat biasa pun cenderung menggunakan uang rupiah dengan nominal yang langka sesuai angka kelahiran atau hari jadi. Lalu

Gunakan Uang Rupiah tak Sesuai, Ini Sanksinya
istimewa
Eddy Junaedi 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Uang rupiah memiliki fungsi yang jelas sebagai sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Namun tidak sedikit orang yang menggunakan uang rupiah sebagai mahar pernikahan.

Tidak hanya selebritis, masyarakat biasa pun cenderung menggunakan uang rupiah dengan nominal yang langka sesuai angka kelahiran atau hari jadi. Lalu uang tersebut ditempel kemudian dibingkai dan menjadi hiasan di dalam rumah.

Namun ternyata tahukah Anda bila uang rupiah dijadikan mahar pernikahan lalu diubah bentuknya, maka Anda bisa dikenakan sanksi pidana dan denda?

Deputi Kepala Perwakilan BI, Eddy Junaedi, ketika ditemui di KPw BI NTT, kepada POS-KUPANG. COM, Selasa (30/7/2019), menyampaikan dari sisi penggunaan uang sebagai mahar bisa dilakukan apabila tidak merusak fisik uang tersebut. Misalnya bentuk aslinya diubah dengan dilipat, ditekuk, diremas, dibasahi dan distepler, itu tidak boleh.

Harga Tiket Laga Tunda Arema FC vs Persib Bandung Hari Ini, Dijual Melalui Tiket Box pada Jam

Ada peraturan yang mengatur pada UU Mata Uang nomor 7 tahun 2017, yang berbunyi rupiah tidak boleh dirusak dengan cara apapun. Tindakan merusak rupiah akan dikenakan hukuman berupa denda dan pidana, pelaku perusakan rupiah bisa dikenakan denda Rp 1 miliar dan maksimal lima tahun kurungan.
Oleh kareba itu BI mengimbau agar masyarakat bisa merawat uang dengan cara jangan dilipat, dibasahi, diremas, ditekuk dan distepler.

"Dilem pun tidak boleh karena itu membasahi. Intinya tidak boleh menambah fisik apapun di uang tersebut," tuturnya.

Menurutnya, pernah ada kejadian di Jawa Tengah, uang rupiah digunakan sebagai mahar pernikahan. Dimana uang tersebut dilipat-lipat dan BI mendapatkan informasi dari orang sekitar, sehingga diproses di kepolisian.

Kata Eddy menyarankan zaman sudah maju seperti saat ini maka gunakanlah e-money sebagai mahar dalam bentuk kartu tapi bernilai. Jika tidak ada Uang Rupiah Khusus yang disiapkan BI bisa dipakai untuk mahar pernikahan atau penghargaan. Tapi bentuknya pun tidak diubah-ubah, URK ini lebih unik dan keren.

"Masyarakat bisa dapatkan URK di BI," tuturnya, didampingi Manajer Fungsi Koordinasi, Komunikasi dan Kebijakan, Andre Asa.(*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved