Dedi Prasetyo: Polri Kirim Sampel DNA Keluarga Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina

Kata Dedi Prasetyo: Polri Kirim Sampel DNA Keluarga Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina

KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019). 

Uang itu digunakan untuk kebutuhan perakitan bom. S diduga berada di Khurasan, Afganistan, bersama kombatan ISIS yang lain dan telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selain itu, Abu Saidah sedang dicari polisi dan diduga berada di Tanah Air. Densus 88 pun bekerja sama dengan pasukan antiteror di negara lain untuk mengungkap jaringan tersebut.

"Yang di dalam negeri kita fokus, di luar negeri tim Densus berkomunikasi secara intens dengan beberapa pasukan-pasukan antiteror kepolisian yang ada di Malaysia, Filipina, Afghanistan, dan beberapa negara lainnya.

Jadi sudah mulai jelas peta dari kelompok tersebut," ujar Dedi.

Sebelumnya, dua bom bunuh diri itu meledak di gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina pada 27 Januari 2019. Ledakan terjadi saat misa berlangsung.

Ledakan pertama terjadi di dalam gereja di Jolo. Sementara, bom kedua meledak saat petugas keamanan bergerak ke lokasi ledakan untuk memberi pertolongan terhadap para korban. Insiden tersebut menewaskan 22 orang dan melukai 100 orang lainnya. (Kompas.com/Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polri Kirim Sampel DNA Keluarga Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved