Buka Festival Caci, Wabup Jaghur : Ini Langkah Promosi Pariwisata Matim

Festival caci di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) selama dua hari sejak Selasa (30/7/2019) dan Rabu (31/7/2019).

Buka Festival Caci, Wabup Jaghur : Ini Langkah Promosi Pariwisata Matim
FOTO HUMAS SETDA MATIM/DOK
CACI-Wabup Matim sedang memukul pemain caci saat pembukaan Festival Caci di Kampung Toka, Borong. 

Buka Festival Caci, Wabup Jaghur : Ini Langkah Promosi Pariwisata Matim

POS-KUPANG.COM|BORONG--Festival caci di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) selama dua hari sejak Selasa (30/7/2019) dan Rabu (31/7/2019).

Festival caci tingkat Kabupaten Matim ini menghadirkan 180 pemain caci dari sembilan kecamatan resmi dibuka Wabup Matim, Drs. Jaghur Stefanus, Selasa (30/7/2019) pagi.

Wabup Jaghur saat pembukaan mengatakan, pelaksanaan festival caci yang dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT melalui Dinas Priwisata, Pemuda dan Olahraga Matim yang berlangsung di depan halaman Rumah Gendang, Kampung Toka, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong merupakan salah satu program dalam rangka mendukung pariwisata NTT sebagai penggerak utama pembangunan NTT. Selain itu , kegiatan ini digelar untuk mempromosi Tarian Caci sebagai potensi wisata budaya di Kabupaten Manggarai Timur.

Wabup Jaghur menjelaskan, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang telah memilih Matim sebagai tempat penyelenggaraan Festival Caci tahun 2019 merupakan awal yang baik dan sungguh membanggakan.

"Untuk bisa melihat peristiwa hari ini melalu Festival Caci sebagai wujud nyata dukungan serta komitmen bersama untuk mempromosikan pariwisata Manggarai Timur sebagaimana tertuang dalam Visi pembangunan kepariwisataan daerah Matim pembangunan kepariwisataan sebagai destinasi pariwisata unggulan yang berdaya saing di tingkat nasional di tahun 2025. Saya sungguh yakin bahwa kegiatan ini akan memberikan multiplier effect yang mendukung kemajuan bidang-bidang lain selain pariwisata di Kabupaten Matim", jelas Jaghur

Wabup Jaghur mengungkapkan, potensi sumber daya pariwisata Matim sangat melimpah hal ini tersebar di sembilan kecamatan dengan karakteristik yang berbeda seperti benda cagar budaya, wisata alam bahari dan flora serta fauna. Tercatat 107 daya tarik wisata yang terbagi dalam empat cluster pengembangannya.

Ia menjelaskan, cluster pertama, kawasan strategis pariwisata Borong Kota Komba dan sekitamya dengan konsep pembangunan kawasan wisata berbasis perkotaan, rekreasi bahari dan geo-wisata. Obyek Wisata yang ditawarkan antara lain, daya tarik wisata alam Pantai Cepi Watu, Pantai Nanga Lanang, Pantai Liang Bala, Pantai Batu Biru, Keindahan bawah laut Mausui, Padang savanah Mausui, situs Sambilewa yang terdiri atas menhir dan dohnen, Pantai Mbolata, wisata minat khusus (special interest tourist) horse tracking ke Watu Susu Rongga, hiking ke Puncak Poco Ndeki, yang menawarkan kesejukan udara dan menyaksikan aktivitas burunglangkah lawe lujang dan Watu Embu Kode Haki (Batu Kelamin Laki -1aki) dan Watu Embu Kode Fai (Batu Kelamin Perempuan).

Selain itu juga, tambah Jaghur, terdapat atraksi wisata budaya meliputi atraksi kremo (ritual adat menangkap ikan) di Pantai Nanga Rawa, atraksi tarian vera dan tarian padoa.

Pada cluster kedua, kawasan pembangunan pariwisata Rana Mese-Poco, Ranaka dan Poco Ranaka Timur, dengan menitik beratkan pada wisata berbasis ecoadventure dan eco-culture.

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved