Ternyata Hutan Mutis Timau Potensi Untuk Produksi Madu Timor

Hutan Mutis Timau daerah potensial untuk produksi madu Timor dan akan dibentuk sentra pengelolaan di daerah tersebut. Akan diatur melalui Pergub

Ternyata Hutan Mutis Timau Potensi Untuk Produksi Madu Timor
POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
BAHAS MADU - Suasana pertemuan konsultasi publik Pergub tentang rencana pembentukan sentra HHBK Unggulan Madu Mutis yang berlangsung di Ruang Rapat Asisten Kantor Gubernur NTT , Jumat (26/7/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Produksi madu di NTT rata-rata diprediksi mencapai 104 ton per tahun. Salah satu lokasi yang menjadi produsen madu potensial di NTT adalah bentang alam (landscape) Hutan Mutis Timau.

Madu merupakan salah satu komoditi unggulan yang menjadi perhatian pemerintah.

"Madu akan menjadi core bisnis, karena itu perlu atur secara baik mulai dari produksi madu sampai pada proses pemasaran. Perlu diawasi agar madu ini jangan dicampur air sehingga kualitasnya terjaga. Begitu juga kesinambungan produksi," kata Kabag Ekonomi Sekda NTT, Jony Waleng saat rapat Konsultasi Publik Pergub tentang Rencana Pembentukan Sentra Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Unggulan Madu di Kantor Gubernur NTT, Jumat (26/7/2019).

Diduga Korupsi Dana Desa Rp 316 Juta, Mantan Kepala Desa Ditangkap Polisi

TKW Sri Wahyuni, Disayat Pisau dan Disiram Air Panas oleh Majikan di Arab Saudi, Simak Kisahnya

Menurut Jony, madu adalah salah satu komoditi atau HHBK unggulan yang menempati urutan ketiga, sehingga komoditi ini juga menjadi prioritas dalam pengelolaannya.

Produk madu ini terbanyak dari Desa Bonleu, Desa Nenas, Nunbena, Noebsi, Kuan Noel, Fatumnasi dan Desa Tutem. Produksi madu di sejumlah tempat itu 5000 liter per tahun.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT membuat Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Rencana pembentukan sentra pengelolaan Mutis.

TRIBUN WIKKI : Menikmati Indahnya Pantai Nangadhero di Nagekeo

Bilqis Kedinginan, Ayu Ting Ting Bawa Mini Cooper, Begini Gaya Sahabat Ivan Gunawan Saat Nyetir

Pemprov NTT meminta agar mutu atau keaslian madu dan keberlanjutan produksi harus dijaga dengan baik.

Tujuannya, yakni agar pelaksanaan pembentukan unit usaha produktif HHBK dapat terlaksana dengan baik, terarah dan berkesinambungan.

Maksud dari pembentukan regulasi ini adalah dokumen perencanaan pengelolaan sentra HHBKI madu, memberikan gambaran, arah dan kebijakan serta menjadi acuan bagi semua stakeholder terkait dalam pembentukan sentra HHBK Madu.

Menurutnya, untuk madu harus segera diurus hak kekayaan intelektual. "Dokumen kita tutaskan, tapi action di lapangan lebih penting. Pemprov NTT sangat mendukung hal ini," kata Jony

Dikatakan, NTT sudah kehilangan keharuman cendana, karena itu lewat madu perlu dijaga agar menjadi produk yang bisa bermanfaat terutama peningkatan ekonomi masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved