Soal Video Nasi Padang Berulat di TTU, Begini Klarifikasi dari Sang Pemilik

Soal Video Nasi Padang Berulat di Kabupaten TTU, Begini Klarifikasi dari Sang Pemilik

Soal Video Nasi Padang Berulat di TTU, Begini Klarifikasi dari Sang Pemilik
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Pemilik Rumah Makan Padang Dua Kefamenanu, Handoko 

Soal Video Nasi Padang Berulat di Kabupaten TTU, Begini Klarifikasi dari Sang Pemilik

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Pemilik Rumah Makan Padang Dua Kefamenanu, Handoko mengaku dirinya sudah mengetahui video nasi padang yang berulat beredar di media sosial khususnya facebook.

Meskipun begitu, ketika pihaknya meminta klarifikasi kepada pemilik akun facebook bernama Vhi yang memviralkan video itu, masalah tersebut sudah diselesaikan antara kedua bela pihak.

Siswa TK St Familia Sikumana Kupang Ikut Gernas Baku 2019

"Cuman kita belum tahu barang (nasi padang berulat) itu dari mana. Cuman kemarin sudah kita klarifikasi dari pihak yang bersangkutan sudah ketemu sama kita, sudah ada permohonan maaf, kita sudah meminta maaf kalau merasa dirugikan seperti itu. Saya pikir masalah kemarin sudah clear," kata Handoko kepada POS-KUPANG.COM saat ditemui di Rumah Makan Padang 2 Kefamenanu, Senin (29/7/2019).

Terkait dengan nasi padang yang berulat tersebut, kata Handoko, ia tidak mengetahui nasi padang itu berasal dari mana, sebab Rumah Makan Padang Dua Kefamenanu miliknya selalu menyediakan makanan yang fresh.

Bupati Rihi Heke Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian Menjelang Pilkada Sabu Raijua 2020

"Bahan bakunya, baik daging, ayam itu semuanya fresh. Tidak pernah menyimpan yang lama. Seperti kemarin, daging itu kita potong pagi. Kita langsung olah, siang itu langsung jual, jadi tidak ada yang namanya barang itu kemarin. Jadi saya pikir penglihatan saya sangat tidak mungkin sampai menjual daging yang seperti itu," ujarnya.

Terkait dengan ancaman akan dipidanakan pemilik akun tersebut, jelas Handoko, pihaknya tidak pernah mengancam pemilik akun facebook yang memviralkan nasi padang berulat tersebut.

"Kalau ancaman tidak ada, jadi kita kemarin itu sudah menyelesaikan dengan permohonan maaf dari kita juga sudah, dari yang bersangkutan juga sudah. Jadi kita sudah ada permohonan maaf kalau memang ada yang merasa di rugikan," ungkapnya.

Handoko mengatakan, jika memang ada masalah seperti yang terjadi kemarin bahwa nasi padang berulat, maka yang bersangkutan seharusnya menanyakan terlebih dahulu kepada sumbernya.

"Misalnya daging ini kurang bagus, harus tanya ke sini dulu, benar tidak sehingga tidak merugikan orang lain. Jadi seharusnya dia itu tanya dulu ke sini," terangnya.

Terkait dengan video klarifikasi, jelas Handoko, hal itu dilakukan karena video nasi padang berulat sudah viral dengan cepat sekali, sehingga dirinya meminta untuk membuatkan video klarifikasi.

"Jadi karena sesuatu itu belum kita tahu kebenarannya sebisa mungkin kita klarifikasi. Sebisa mungkin kita tunggu dulu. Dari pada medsos ini menyebar sesuatu yang belum jelas, karena itu kita sudah ada permohonan maaf," terangnya.

Diakuinya, sebagai pemilik rumah makan tersebut, dirinya meminta kepada yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi dalam rangka untuk membendung video nasi padang berulat yang beredar di medsos tersebut.

"Ya saya minta tolong waktu itu klarifikasi saja supaya medsos ini tidak menjadi sesuatu kurang bagus. Jadi kita saling membantu begitu. Jadi tidak ada ancaman. Kita hanya sekedar diskusi saja," ujarnya.

Handoko menambahkan, dirinya merasa dirugikan dengan adanya video nasi padang berulat tersebut viral di medsos, sebab sudah sejak berpulu tahun, baru pertama kali kejadian tersebut terjadi di Rumah Makan Padang Dua Kefamenanu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved