Kades se- Kecamatan Malaka Barat Kaji Banding Pertanian Terpadu di Bogor

Para Kepala Desa se- Kecamatan Malaka Barat Kaji Banding Pertanian Terpadu di Bogor

Kades se- Kecamatan Malaka Barat Kaji Banding Pertanian Terpadu di Bogor
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Para kepala desa di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka melakukan kaji banding tentang pertanian terpadu di Bogor, Jawa Barat, Senin (29/7/2018). 

Para Kepala Desa se- Kecamatan Malaka Barat Kaji Banding Pertanian Terpadu di Bogor

POS KUPANG.COM | BETUN - Sebanyak 13 dari 16 kepala desa di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka melakukan kaji banding tentang pertanian terpadu di Bogor, Jawa Barat, Senin (29/7/2018).

Kaji banding tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan yang utuh terkait pola pertanian terpadu yang dapat diadopt dan diterapkan di Malaka Barat guna mengimplementasikan program RPM yang dicanangkan Bupati Stefanus Bria Seran.

Dikunjungi Bupati Don, Bukit Olaolo Bakal Dijadikan Kawasan Wisata Baru di Nagekeo

Camat Malaka Barat, Efraim Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan, Senin (29/7/2019).

Dikatakannya, selama ini petani di Malaka Barat hanya cenderung menanam jagung dan padi disesuaikan dengan kebiasaan yang diperoleh secara turun temurun.

Padahal pola pertanian terpadu bisa dilakukan di wilayah Malaka Barat. Selain menanam jagung dan padi, petani bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk berternak babi, kambing, itik dan kolam ikan.

Unggah Video Klarifikasi Nasi Padang Dua Kefamenanu Berulat, Vhia Murin Mengaku Tertekan

"Petani tidak hanya menanam jagung dan padi tetapi bisa dioptimalkan pemanfaatan lahan yang ada untuk beternak seperti babi, kambing, itik atau kolam ikan disesuaikan dengan potensi lahan yang tersedia," kata Afraim yang juga Sekretaris Askab PSSI Kabupaten Malaka.

Menurut Afraim, tahun ini desa-desa di Malaka Barat diintervensi program pertanian dan peternakan yang didanai APBD II dan program pemberdayaan menggunakan dana desa.

Sebagai kepala wilayah, kepala desa perlu mendapat tambahan pengetahuan sehingga setelah pulang kaji banding mereka bisa menerapkannya di desa masing-masing.

Menurut Afraim, kaji banding ini dikemas dalam bentuk peninjuan lapangan dan diskusi tetang perencanaan, proses produksi dan pasca panen.

Desa-desa yang mengikuti kaji banding di Bogor yaitu, Desa Naas, Maktihan, Besikama, Raimataus, Loofoun, Rabasa Haerain, Rabasa, Rabasa Hain, Umatoos, Lasaen, Fafoe, Sikun dan Desa Oan Mane. Kegiatan kaji banding dipimpin Camat Malaka Barat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,
Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved