BREAKING NEWS : Pol PP Bongkar Paksa Bangunan Milik Keluarga Tomboy di Tanah Sengketa Teluk Kupang

Nimus mengatakan bahwa saat itu pihak keluarga tidak melakukan resistensi saat terjadi pembongkaran.

BREAKING NEWS : Pol PP Bongkar Paksa Bangunan Milik Keluarga Tomboy di Tanah Sengketa Teluk Kupang
POS KUPANG/RYAN NONG
Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Kupang membongkar bangunan pos milik keluarga Tomboy di lokasi eks Teluk Kupang, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang pada Senin (29/7/2019). 

BREAKING NEWS : Pol PP Bongkar Paksa Bangunan Milik Keluarga Tomboy di Tanah Sengketa Teluk Kupang  

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Kota Kupang mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja membongkar bangunan milik keluarga Tomboy di lokasi lahan sengketa Eks Teluk Kupang, yang berada di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. 

Pembongkaran dilakukan pada Senin (29/7/2019) sekira pukul 09.00 Wita. 

Puluhan anggota Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang tiba di lokasi langsung melakukan pembongkaran bangunan dari kayu milik keluarga Tomboy yang berukuran 2x2 meter itu. Mereka menggunakan perlengkapan untuk membongkar bangunan tersebut dan menariknya menggunakan tali hingga rata dengan tanah. 

Saat aksi pembongkaran tersebut, hadir pula pihak Polsek Kelapa Lima Kota Kupang. 

Saat awal aksi tersebut, puluhan anggota keluarga sempat menghadang namun pembongkaran tetap dilakukan.  

Nimus Soriwutun yang mewakili pihak keluarga Tomboy mengatakan bahwa pembongkaran dilakukan tanpa perlawanan dari keluarga. 

Saat itu, kata Nimus, pihak Polisi Pamong Praja mengatakan kepada keluarga bahwa ada instruksi dari atasan untuk membongkar bangunan tersebut karena bangunan tersebut dibangun tidak mengantongi ijin mendirikan bangunan (IMB). 

"Jadi informasi dari mereka (Pol PP Kota Kupang) bahwa mereka membongkar bangunan tersebut karena tidak mengantongi IMB," ujarnya. 

Nimus mengatakan bahwa saat itu pihak keluarga tidak melakukan resistensi saat terjadi pembongkaran. 

Namun pihak keluarga menyayangkan tindakan yang dilakukan pihak pemerintah melalui Satuan Pol PP Kota Kupang. Ia mengatakan bahwa bahwa seharusnya pihak pemerintah menjadi pengayom dan pelindung masyarakat. Bukannya bertindak semena-mena terhadap masyarakat.   

Pihak keluarga Tomboy, lanjut Nimus, mempertanyakan dasar tindakan pembongkaran tersebut. Keluarga merasa heran atas alasan pembongkaran yang dikemukakan pihak Pemkot.

KPU NTT Siapkan Usulan Pelantikan Caleg Terpilih

Basarnas Sebut Wakil Gubernur NTT Sebagai Bapaknya Basarnas

Fergen dan Robertus Tulis Harapan di Pohon Mimpi

Ia bahkan mempertanyakan aturan tersebut. Ia mengaku heran karena pemerintah bersikukuh bahwa bangunan pos berukuran 2x2 meter tersebut harus memiliki IMB. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved