Ternyata Cara Pergi ke Tempat Kerja Pengaruhi Kesehatan Seseorang, Benarkah? Simak Beritanya

Ternyata Cara Pergi ke tempat kerja Pengaruhi Kesehatan Seseorang, Benarkah? Simak Beritanya

Ternyata Cara Pergi ke Tempat Kerja Pengaruhi Kesehatan Seseorang, Benarkah? Simak Beritanya
KOMPAS.com/moodboard
Ilustrasi bersepeda 

Ternyata Cara Pergi ke tempat kerja Pengaruhi Kesehatan Seseorang, Benarkah? Simak Beritanya

POS-KUPANG.COM - Cara kita pergi ke tempat kerja ternyata memiliki peran yang sangat besar terhadap fungsi tubuh kita.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Transport Geography meneliti 1.121 pekerja penuh waktu dan komuter (seseorang yang bepergian ke kota tertentu setiap harinya untuk bekerja).

Kadis Sosial Manggarai Minta Alokasikan Dana Desa untuk Kaum Difabel

Beberapa variabel yang diteliti antara lain terkait berapa lama durasi perjalanan mereka, tipe perjalanan, hari-hari kerja yang terlewat, mood, dan produktivitas kerja.

Para peneliti menemukan, bahwa komuter dengan jarak perjalanan lebih jauh dan durasi perjalanan lebih lama (dalam satu kali jalan), cenderung mengambil waktu absen lebih banyak untuk berbagai alasan dan lebih sering sakit daripada komuter dengan jarak pendek.

Dari jenis transportasi yang diambil, komuter yang sehari-harinya bepergian menggunakan sepeda cenderung lebih bahagia, lebih produktif, dan absen kerja lebih sedikit.

SFC Sumba Timur Akan Gendeng Pemerintah Kecamatan dan TK Negeri Pembina Kambera Tanam Kelor

Para peneliti menemukan, bahwa mereka yang tinggal pada jarak sekitar 1 km dari tempat kerja memiliki waktu absen 36 persen lebih sedikit, daripada mereka yang harus menempuh perjalanan lebih dari 16 km untuk bekerja.

Mereka yang tempat tinggalnya lebih dekat dengan tempat kerja, sama dengan yang pergi kerja dengan jalan kaki atau bersepeda, juga dilaporkan memiliki sikap yang lebih tenang, santai, antusias, dan puas dengan perjalanan mereka serta lebih produktif dalam pekerjaan daripada komuter yang menempuh jarak lebih jauh, mereka yang mengendarai mobil atau kendaraan umum lainnya.

Para pekerja usia 35 hingga 54 tahun adalah yang paling diuntungkan dengan menjadi komuter aktif.

Mereka dilaporkan memiliki performa kerja lebih baik, daripada mereka yang orang-orang yang terjebak di balik kendaraan pribadi dan transportasi umum.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved