Stok Pangan Menipis, 11 Desa Di Kecamatan Loura , Sumba Barat Daya Alami Kekeringan Parah

Camat Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Fransiskus Lamunde, SPT, mengatakan, masyarakat 11 desa dalam wilayah Kecamatan Loura , Sumba Barat Daya kini

POS KUPANG.COM/petrus Piter
Camat Loura, Sumba Barat Daya, Fransiskus Lamunde, SPT memimpin warga melakukan penyelaman di mata air Mata Liku untuk memasang terpal agar air bisa mengalir ke saluran irigasi sehingga bisa mengalir ke persawahan mata Liku, Loura, Sumba Barat Daya. Hal itu karena debit air menurun. Foto Camat Loura, SBD 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM/TAMBOLAKA--Camat Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Fransiskus Lamunde, SPT, mengatakan, masyarakat 11 desa dalam wilayah Kecamatan Loura , Sumba Barat Daya kini mengalami kekeringan yang cukup parah. Kondisi itu memang biasa terjadi setiap tahun. Hanya saja tahun ini sedikit

berbeda karena hasil panen tahun ini kurang baik sehingga saat ini warga juga mengalami kekurangan stok makanan. Apalagi lagi di Loura, Sumba Barat Daya hanya mengandallan tamanan jagung, sedikit padi ladang juga sedikit padi sawah irigasi Mata Liku.

Camat Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Fransiskus Lamunde, SPT menyampaikan hal itu melalui telepon selulernya, Sabtu (27/7/2019).

Camat Fransiskus Lamunde ketika dihubungi mengaku sedang berada di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur lebih lanjut menjelaskan, memang saat ini sedang terjadi musim kemarau dan itu biasa terjadi setiap tahun. Biasanya
mulai bulan Juni hingga Oktober bahkan sampai Desember terjadi kekeringan.

Hanya saja tahun ini kondisinya berbeda dibanding tahun sebelumnya karena hasil panen masyarakat seperti jagung dan kacang-kacangan kurang maksimal pula. Saya jujur katakan, memang ada masyarakat diantara 11 desa itu mengalami kekurangan pangan. Namun belum masuk kategori merah karena masih terbantu dengan beras sejahtera bantuan pemerintah.

Ia menyebutkan 11 desa se-Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya yang berada di daerah pesisir pantai sudah pasti terkena dampak kemarau berkepanjangan yang biasa terjadi setiap tahun.

Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 29 Juli 2019 Libra Berdebat Capricorn Cuek Banget Sih Zodiak Lain?

Perempuan Ini Sempoyongan Diperkosa Kekasih dan 5 Temannya

Ke-11 desa tersebut diantaranya, Desa Wekambala, Payola Umbu, Pogo Tena, Keruni, Bondo Boghila, Lete Konda dan lainnya semua terkena dampak kekeringan sebagaimana terjadi sekarang. Dan itu biasa terjadi setiap tahun.

Menjawab langkah yang diambil pemerintah mengatasi kekeringan itu, ia mengatakan, selama ini, pihak kecamatan bersama instansi teknis terkait melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menanam sayur-sayuran, tomat, buncis dan lain-lain pada musim panas memanfaatkan mata air yang tersedia seperti masyarakat sekitar mata air mata liku. Sayangnya belum semua masyarakat mengikutinya.

Selain itu pihaknya juga mendorong masyarakat memelihara ternak serta lainnya menjadi buruh proyek dan lain-lain.

7 Butir Peluru Brigadir Rangga Tewaskan Bripka Rachmat, Ini Inilah Pesan Terakhirnya di FB

Robert Alberts Tak Bawa Ezechiel dan Bojan Malisic saat Persib Bandung vs Arema FC

Camat Fransiskus Lamunde, SPT mengaku juga beberapa kali menrgur penyuluh pertanian yanh memberikan laporan tidak sesuai fakta lapangan dalam rapat bersama tentang evaluasi bidang pertanian. Menurutnya camat sebaiknya para penyuluh pertanian memberikan laporan apa adanya berdasarkan fakta lapangan sehingga pemerintah dapat mengambil langkah sedini mungkin mengatasinya ketimbang melapor yang baik tetapi justru kondisi riil lapangan rakyat kekurangan pangan. *)

Area lampiran

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved