Kronologi Penangkapan Dua Anggota BIN Gadungan, Satunya Pecatan Polda

- Dua tersangka anggota Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan berhasil diamankan Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo.

Kronologi Penangkapan Dua Anggota BIN Gadungan, Satunya Pecatan Polda
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kapolres Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat pers rilis dua tersangka anggota BIN gadungan di Mapolres Sidoarjo, Sabtu (27/7/2019). 

POS KUPANG.COM- Dua tersangka anggota Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan berhasil diamankan Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo.

Kedua pelaku adalah Sunarto (43), warga Desa Sugihwaras Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo dan Imam Dhofir alias Bambang Supeno (54), warga Jalan Bhayangkara Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Bandar Lampung.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan kedua pelaku BIN gadungan  melakukan penipuan bermodus rekrutmen anggota BIN dan ASN.

"Jadi para tersangka menjanjikan korbannya dapat menjadi sebagai anggota BIN maupun Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan memberikan sejumlah uang sebesar Rp. 25 juta hingga Rp. 45 juta," ujarnya kepada TribunJatim.com di Mapolres Sidoarjo, Sabtu (27/7/2019).

Ia juga mengatakan kedua tersangka sudah melakukan penipuan rekrutmen tersebut di 42 TKP.

Timbul,Pria Bojonegoro Jajakan Anak 15 Tahun di FB, Tarif Layanan Seksual 2 Jam Rp 1 Juta, SIMAK

Ada Murid SD Jadi Pengedar Narkoba di Riau, Ini Ungkapan Gubernur

"Yaitu wilayah Sidoarjo, Lampung, Tulungagung, Solo, dan Kediri. Dan untuk wilayah Sidoarjo sendiri, kita sudah mendapat dua laporan penipuan terkait kasus tersebut dengan nilai kerugian mencapai Rp. 100 juta," tambahnya.

Final Piala Indonesia Hari Ini, Simak Rekor Pertemuan Juku Eja PSM Makassar vs Persija Jakarta

7 Butir Peluru Brigadir Rangga Tewaskan Bripka Rachmat, Ini Inilah Pesan Terakhirnya di FB

Robert Alberts Tak Bawa Ezechiel dan Bojan Malisic saat Persib Bandung vs Arema FC

Zain juga menambahkan tersangka Bambang Supeno sendiri merupakan pecatan anggota kepolisian dari Polda Lampung.

"Tersangka adalah pecatan dari Polda Lampung pada tahun 2002. Dengan jabatan terakhir adalah Bripka. Namun ketika menjalankan aksi kriminalnya, tersangka mengaku sebagai Irjen di BIN," jelasnya.

Akibat perbuatannya kedua tersangka kini diamankan di Mapolresta Sidoarjo untuk diperiksa lebih lanjut. Dan keduanya dijerat pasal penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 4 tahun penjara. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved