Usulan Anggaran Biaya Belanja Hibah KPU Mabar Untuk Pilkada 2020 Rp 28 Miliar

usulan anggaran biaya belanja hibah untuk Pilkada 2020 itu meningkat Rp 14.061.387.000 dari pagu Pilkada 2015 sejumlah Rp 14.902.100.000.

Usulan Anggaran Biaya Belanja Hibah KPU Mabar Untuk Pilkada 2020 Rp 28 Miliar
KOMPAS.com/Dok. HaloMoney.co.id
Ilustrasi uang 

 Usulan Anggaran Biaya Belanja Hibah KPU Mabar Untuk Pilkada 2020 Rp 28 Miliar

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Dalam rangka Penyelenggaraan Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar) atau Pilkada tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat mengusulkan anggaran biaya belanja hibah kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Mabar sebesar Rp 28.963.487.000 (28 miliar lebih).

"Kami di KPU sudah mengusulkannya hanya saja saat ini maaih dalam pembahasan," kata Komisioner KPU Mabar Krispianus Bheda, kepada POS--KUPANG.COM, Sabtu (27/7/2019).

Dari besaran anggaran KPU Mabar yang diusulkan ke Pemda itu, terdiri dari tiga item utama.
Ketiganya yakni belanja pegawai Rp 12.652.120.000, belanja barang dan jasa Rp. 15.012.927.000 dan belanja Pemilihan Umum (Pemilu) ulang Rp 1.298.440.000.

Sesuai dengan penjelasan dalam naskah usulan anggaran dari KPU ke Pemda yang diperoleh POS--KUPANG.COM, usulan anggaran biaya belanja hibah untuk Pilkada 2020 itu meningkat Rp 14.061.387.000 dari pagu Pilkada 2015 sejumlah Rp 14.902.100.000.

Peningkatan tersebut disebabkan beberapa hal, yaitu terhadap belanja pegawai terjadi penambahan anggaran sejumlah Rp. 6.963.440.000 dari jumlah belanja pegawai Pilkada 2015 Rp 5.688.680.000.

Penambahan jumlah anggaran ini terjadi karena terjadi penambahan jumlah panitia adhock yakni PPK 60 orang, sekretariat PPK 36 orang, PPS 507 orang, Sekretariat PPS 507 orang, PPDP 550 orang, KPPS 3500 orang dan PAM TPS 1000 orang.

Penambahan jumlah panitia adhock ini disebakan karena terjadi pemekaran kecamatan (dari 10 menjadi 12), penambahan TPS (dari 492 menjadi 500).

Terhadap belanja barang dan jasa terjadi penambahan anggaran sejumlah Rp 6.940.648.300 dari jumlah belanja barang dan jasa pada Pilkada 2015 Rp 8.072.278.700.

Penambahan jumlah belanja barang dan jasa pada Pilkada 2020 disebabkan karena kenaikan harga yang diasumsikan mencapai 5% dari 2015, pemekaran kecamatan, penambahan jumlah TPS, penambahan jumlah pemilih.

Terhadap belanja Pemilu Ulang terjadi penambahan sejumlah Rp 157.298.700 dari jumlah belanja Pemilu ulang pada Pilkada 2015 Rp. 1.141.141.300.

Warga Renduwawo Butuh Listrik

Rapat KUA-PPAS APBD Perubahan 2019 dan APBD 2020, Jimmi Sianto Walk Out

Pencuri Gasak Ternak dan Rusak Rumah Milik Jelik Renggi Bara Warga Laihau Sumba Timur

Ramalan Zodiak Sabtu 27 Juli 2019 Ada Yang Posesif Loh! Libra Difitnah dan Gemini Sensitif Banget

Penambahan jumlah itu disebabkan karena asumsi terhadap jumlah TPS yang melakukan pemungutan suara ulang termasuk di dalamnya beban belanja pegawai, barang serta jasa.(Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved