Begini Pandangan Mardani Ali Sera Terkait Pertemuan Antarelite Partai Politik Termasuk Mega-Prabowo

Begini Pandangan Mardani Ali Sera Terkait Pertemuan Antarelite partai politik Termasuk Megawati-Prabowo

Begini Pandangan Mardani Ali Sera Terkait Pertemuan Antarelite Partai Politik Termasuk Mega-Prabowo
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019). 

Begini Pandangan Mardani Ali Sera Terkait Pertemuan Antarelite partai politik Termasuk Megawati-Prabowo

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Mardani Ali Sera, menilai, rekonsiliasi tidak akan selesai dengan hanya pertemuan antarelite partai politik.

Menurutnya, rekonsiliasi tuntas jika ada parpol yang berani menyatakan oposisi. " Rekonsiliasi tidak selesai dengan pertemuan-pertemuan. Rekonsiliasi selesai dengan edukasi publik ketika ada yang berani menyatakan kami oposisi," ujar Mardani saat menjadi pembicara dalam diskusi polemik bertajuk "Utak-Atik Manuver Elite" di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2019).

Jokowi Khawatir, Kirimkan Dokter Kepresidenan Pantau Kondisi Buya Syafii Maarif di Sleman

Hal itu disampaikan Mardani menyusul pertemuan antarelite parpol, seperti pertemuan ketua umum Nasdem, PKB, PPP, dan Golkar di DPP Nasdem. Lalu, pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Menurut Mardani, rekonsiliasi akan tercapai apabila ada parpol yang berani memutuskan menjadi oposisi dalam lima tahun ke depan. Baginya, pemerintah memerlukan keseimbangan dan oposisi menjalankan fungsi tersebut.

Camat dan Kades di Kabupaten Kupang Diminta Pantau Ancaman Rawan Pangan

"Karena bagaimanapun kita harus memberikan contoh ke publik bahwa oposisi itu mulia, oposisi itu baik, oposisi itu juga sehat, bahkan pemerintahan yang kuat memerlukan oposisi yang kuat," imbuhnya.

Baginya, pertemuan antarelite parpol menjadi kurang penting jika tidak ada kejelasan sikap arah politiknya ke depan.

Menurutnya, publik sudah cerdas dan mampu melihat beragam metafora yang terjadi pada pertemuan-pertemuan elite parpol.

"Kalau sekarang ada pertemuan, mau nasi goreng, sop buntut atau apa, janganlah dibesar-besarkan ke publik. Publik itu sudah cerdas kok, enggak perlu lagi berbagai macam metafora. Cukup jelaskan saja arah politiknya ke depan, koalisi pemerintah monggo, oposisi yang kritis, konstruktif juga sehat," ucap Mardani.

Diketahui, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menerima kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di rumahnya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019.

Pada hari yang sama, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di kantornya, menerima Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebelumnya, Senin 22 Juli 2019, Surya Paloh juga menerima kunjungan tiga ketua umum parpol anggota koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Mereka yang hadir adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, dan plt Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa.

Pertemuan tersebut disebut untuk menegaskan bahwa koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf, solid. (Kompas.com/Christoforus Ristianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua DPP PKS: Rekonsiliasi Tak Akan Selesai dengan Pertemuan-pertemuan",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved