Siswi SMP Ini Belajar Sambil Berjualan Bakpau di Pom Bensin Tangerang, Simak Kisahnya

Seorang Siswi SMP Ini Belajar Sambil Berjualan Bakpau di Pom Bensin Tangerang, Simak Kisahnya

KOMPAS.COM/ANASTASIA AULIA
Dewi Febriyanti (13) ketika berjualan bakpau di Pom Bensin sebelah perumahan Ubud Village, Tangerang pada Rabu (24/7/2019). 

Seorang Siswi SMP Ini Belajar Sambil Berjualan Bakpau di Pom Bensin Tangerang, Simak Kisahnya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - "Bakpaunya om.. bakpaunya tante.. dua lima ribu!" teriak Dewi Febriyanti, murid SMP yang berjualan bakpau di Pom Bensin sebelah Perumahan Ubud, Tangerang pada Rabu (24/7/2019).

Kulitnya berwarna sawo matang terpapar sinar matahari. Ia tidak menggunakan riasan wajah sama sekali. Rambutnya hitam panjang dan dijepit. Penampilannya sangat sederhana.

Sogirah, Perempuan Bantul yang Diwisuda Saat Berusia 74 Tahun, Begini Kisahnya

Ia tinggal di rumah kontrakan di Jalan Kampung Poncol Ciledug Indah 2 bersama nenek angkatnya. Usaha berjualan itu milik neneknya. Dia memilih berjualan di pom bensin karena tempatnya yang lebih dekat dari rumah neneknya daripada rumah orang tuanya.

Remaja berusia 13 tahun itu setiap hari bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Pagi dari pukul 07.00 hingga 14.00, Dewi belajar di sekolah. Lalu ia pulang ke rumah untuk membungkus bakpau dan memasukkannya ke dalam boks lalu pergi untuk berjualan.

Pertemuan Megawati-Prabowo Dirancang Sejak Asian Games, Simak Penjelasan Hasto Kristiyanto

Dewi berjualan mulai pukul 16.00 hingga tengah malam. Apabila ada PR dari sekolah, maka ia akan mengerjakannya sambil berjualan. Setiap hari ia membawa 10 boks bakpau dengan isi masing-masing boks 15 bakpau.

"Untuk bantu-bantu. Kan tinggal sama nenek, ini usaha nenek aku jualin. Enggak capek kok, sudah biasa" ujar dia.

Ia tidak mengambil keuntungan dari jualannya. Semua hasil jualan diberikan kepada neneknya untuk digunakan sebagai keperluan sehari-hari keluarganya.

"Hasilnya Rp 375.000 sehari. Kalau banyak yang kasih tips bisa lebih," kata Dewi.

Lahir dan besar di Tangerang membuatnya paham harus berjualan di mana. Ia pernah berjualan di Pom Bensin lain namun diusir, lantas hal itu membuatnya menangis.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved