Hasil Uji coba Jagung Hibrida NASA29 Sangat Mencengangkan

Hasil Uji coba Jagung Hibrida NASA29 di Kabupaten Malaka Sangat Mencengangkan

Hasil Uji coba Jagung Hibrida NASA29 Sangat Mencengangkan
POS-KUPANG.COM/dok Peneliti BPTP NTT
Tanaman jagung Hibrida NASA29 yang dikembangkan petani di Desa Alas Selatan, Kabupaten Malaka. 

Hasil Uji coba Jagung Hibrida NASA29 di Kabupaten Malaka Sangat Mencengangkan

POS KUPANG.COM | OELAMASI - Gebrakan yang dilakukan BPTP NTT dalam mengujicoba penanaman Jagung Hibrida NASA29 di Kabupaten Malaka sangat mencengangkan.

Jagung Hibrida NASA29 yang merupakan hasil temuan tim peneliti BPTP NTT ini, dikembangkan petani di tiga kelompok tani (Poktan) di Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka.

Hary Tirto Djatmiko Minta Pemda NTT Dukung Progam SLI BMKG

Peneliti BPTP NTT, Dr Tony Basuki, dalam keterangan Pers-nya yang diterima POS- KUPANG.COM, Kamis (25/7/2019) mengaku telah melakukan monitoring terhadap pengembangan jagung dimaksud di Desa Alas Selatan.

Menurut Tony Basuki, hasil tanaman jagung hibrida NASA29 menyuguhkan penampilan pertumbuhan yang berkesan. Pasalnya, ditengah derahan cuaca, khususnya curah hujan yang tidak menentu di MT II 2019, tanaman jagung hibrida NASA29 menampilkan pertumbuhan yang optimal.

Tiba di Kefamenanu, Kontingen Laskar Kelimutu Diarak Keliling Kota Sari

Tony menggambarkan kondisi pertanaman jagung di tiga Poktan binaan BPTP NTT yang berjumlah 65 orang itu. Luas areal yang dikembangkan 20 hektar dan kondisi pertumbuhan jauh berbeda dengan pertanaman jagung milik masyarakat kebanyakan.

"Persoalan utama adalah kelembaban tanah yang relatif rendah. Curah hujan sangat minim selama masa pertumbuhan. Selain itu kondisi anomali iklim berbeda jauh dengan kondisi tahun-tahun sebelumnya. Tapi saya kagum tanaman jagung NASA29 berpenampilan luar biasa," ujar Tony.

Menurutnya, umur tanaman jagung memang bervariatif diantara para petani. Hal ini disebabkan karena kepastian curah hujan yang tidak menentu. Namun, ada petani yang menanam lebih awal, cenderung lebih berperforman meyakinkan.Saat ini sebagian besar telah masuk fase berbunga dan awal pengisian tongkol.

"Ini karena para petani poktan mengikuti petunjuk Bimtek. Inovasi NASA29 menggunakan pola tata tanam Double Track. Ini sangat nampak dan terkesan di petani. Pengendalian gulma yang menjadi hambatan usaha tani saat ini, telah menggunakan herbisida sistemik dan kontak," lanjut Tony.

Dirinya mengakui ada serangan hama juga ditemukan. Jenis hama, penggerek daun dan batang. Tetapi tingkat serangan belum sampai tahap merugikan. Ini karena populasinya masih jauh di bawah ambang ekonomi. Diprediksi panen pertengahan Agustus sampai awal September nanti.

"Kelebihan dari tata tanam double track yaitu diterapkan Model Turiman (tumpangsari tanaman) telah nampak yaitu dilorong double track ditanam kacang hijau dan kacang tanah," ujar Tony. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved