Ahmad Atang: PDI-P Ingin Perubahan Dalam Tubuh Organisasi

Pengamat Politik, Ahmad Atang: PDI-P Ingin Perubahan Dalam Tubuh organisasi

Ahmad Atang: PDI-P Ingin Perubahan Dalam Tubuh Organisasi
Dok
Drs. Ahmad Atang, M.Si

Pengamat Politik, Ahmad Atang: PDI-P Ingin Perubahan Dalam Tubuh organisasi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pengamat Politik dari Universitas Muhamadya Kupang, Dr. Ahmad Atang berpendapat, dirinya mengucapkan selamat atas terpilihnya Emi Nomleni yang mendapat kepercayaan menjadi Ketua DPD I PDI-P menggantikan Drs. Frans Lebu Raya.

Terpilihnya Emi Nomleni menandai adanya keinginan kuat dari para kader untuk menciptakan perubahan dalam tubuh organisasi yang 20 tahun di pimpin oleh Frans Lebu Raya.

Emi Nomleni Pimpin DPD PDIP NTT, Ini Komentar Andreas Hugo Parera

Dengan demikian, diharapkan ibu emi dapat menciptakan atmosfir politik internal yang dinamis dalam merespon dinamika politik lokal lima tahun ke depan.

Menurut Ahmad Atang kepada POS- KUPANG.COM, Kamis (25/7/2019) malam, kita perlu memberikan refleksi terhadap PDIP NTT selama dipimpin oleh Frans Lebu Raya kurang lebih empat periode sejak tahun 2000.

Pembekalan Mahasiswa KKN Nusantara, Kakanwil Kemenag NTT Bicara Moderasi Beragama

" Bagi saya, PDIP di bawah kepemimpinan Frans Lebu Raya cukup berhasil dalam pentas politik di NTT. Fakta yang bisa dicatat dimana PDIP sebagai salah satu partai di papan atas baik di provinsi maupun kabupaten/kota dalam perolehan suara di DPRD sehingga menempatkan kader PDIP sebagai ketua maupun wakil ketua DPRD Provinsi maupun Kabupaten/kota," kata Atang.

Frans Lebu Raya, lanjut Atang, sebagai Ketua DPD I PDIP NTT telah memenangkan perebutan kursi gubernur selama dua periode. Ini menunjukan bahwa PDIP selalu diperhitungkan dalam setiap perhelatan politik, baik pemilu maupun pilkada.

Memang harus diakui, demikian Atang, bahwa kesuksesan Frans Lebu Raya sebagai gubernur di tingkat provinsi selama dua periode belum banyak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kader PDIP di tingkat kabupaten/kota karena banyak paslon PDIP yang berguguran dalam pilkada.

Hal ini mesti menjadi pekerjaan rumah yang serius bagi ibu Emi agar lebih kuat melakukan konsolidasi organisasi, konsolidasi personil dan konsolidasi ideologis.

Dengan terpilihnya ibu Emi, kata Atang, maka akan membuka lembaran baru relasi politik antarkekuatan di level parlemen maupun relasi dengan eksekutif tanpa ada ganjalan psikologis politis.

Dikatakannya, dengan melepas jabatan sebagai Ketua DPD I PDIP NTT menurutnya tidak berarti karier politik Frans Lebu Raya akan berakhir. Justru memiliki peluang besar untuk "naik kelas" sebagai pengurus di DPP PDIP.

"Frans Lebu Raya adalah figur yang malang melintang dalam membesarkan PDIP di NTT pada masa-masa sulit sehingga menjadi sangat pantas diberikan panggung di Pusat dan itu sudah saatnya," ujar Atang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved