VIDEO: Mata Air Kalela Jadi Andalan Warga 5 Desa di Sumba Timur

VIDEO: Mata Air Kalela, Jadi Andalan Warga 5 Desa di Sumba Timur. Lima desa itu tersebar di dua kecamatan, yakni Kota Waingapu dan Kecamatan Nggoru.

VIDEO: Mata Air Kalela Jadi Andalan Warga 5 Desa di Sumba Timur

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU –  VIDEO: Mata Air Ini Jadi Andalan Warga 5 Desa di Sumba Timur.

Setiap musim kemarau, mata air di kali Kalela, Desa Persiapan Matawai Torung, Kecamatan Nggoa, Kabupaten Sumba Timur, menjadi satu-satunya andalan warga lima desa wilayah itu.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumba Timur Martina D. Jera, ST melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Simon Petrus, membenarkan hal itu ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Selasa (23/7/2019).

Simon mengatakan, warga lima desa yang berharap penuh dari kemurahan mata air tersebut, yakni Desa Pambotanjara di Kecamatan Kota Waingapu dengan jarak tempuh belasan kilometer.

VIDEO: Jimmi Sianto Sebut Dinsos NTT Gagal

VIDEO: Bupati TTU Pimpin Rapat Evaluasi Stunting

VIDEO: KPU Ngada Ajukan Anggaran Pilkada 2020. Jumlahnya Fantastik

Selain itu, Desa Makamenggit, Desa Tanatuku, Praihambuli, dan Desa Praikarang dengan jarak tempuh 5 sampai 8 kilometer, juga bersandar pada sumber air tersebut.

"Contoh saja, warga Desa Pambotanjara, Kecamatan Kota Waingapu, mereka harus menempuh jarak belasan kilometer untuk dapat air di kali Kalela yang lokasinya terletak di Desa Persiapan Matawai Torung itu. Ini merupakan satu-satunya mata air yang bertahan dan tidak kering saat musim kemarau," kata Simon.

Warga Pambotanjara, Ardiles Kapuru Kolambani, ketika ditemui POS-KUPANG. COM di Kampung Wairinding, desa setempat, Selasa (23/7/2019), mengaku, untuk memperoleh air bersih,  selain membeli dari mobil tangki air, bantuan BPBD, juga warga harus mengambil air di mata air kali Kalela itu.

"Kami biasanya ambil air di mata air kali Kalela dengan jarak sekitar 15 kilometer.  Soalnya tidak ada mata air di dekat sini. Kalau pun ada, semuanya mengering saat kemarau," ujar Ardiles.

Untuk mengambil air di tempat itu, katanya, mereka harus menggunakan angkutan umum, bisa juga dengan sepeda motor. Kalau berjalan kaki, tidak mungkin, karena butuh waktu berjam-jam.

Hal yang sama dibenarkan Ndawa Ndula. Dia justeru meminta agar pemerintah memperhatikan ketimpangan itu dan segera mengambil langkan konkrit untuk warga.

VIDEO: Ratusan Lansia Ikut Lomba Senam di Lewoleba

VIDEO: Tuntut Keadilan, Cipayung Plus dan Keluarga Korban Pencabulan Gelar Demo di Mapolda NTT

VIDEO: Water Love, Air Terjun Cantik Di Noinbila, TTS

Warga Desa Makamenggit, Margaretha Yaku Danga juga menuturkan hal yang sama. Di Desa Makamenggit, katanya warga kesulitan memperoleh air bersih. Kecuali mengambilnya di mata air kali Kalela yang berjarak sekitar 7 km.

"Di sini kami susah air. Kami pakai beli saja karena mata air dekat tidak ada. Kalau ukuran 1 drom harganya Rp 5.000. Jadi dalam satu bulan itu anggaran untuk beli air saja Rp 300.000,” ujarnya.

Lantaran banyak warga kesulitan uang,  maka mereka terpaksa mengambil air, langsung di mata air Kalela.  “Mata air ini selalu bertahan setiap musim kemarau," ujarnya.  (POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Nonton Videonya Di Sini:

Penulis: Robert Ropo
Editor: Frans Krowin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved