Kapolda NTT : Kita Ingin Perlihatkan Eksistensi RI

pembentangan bendera tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkuat penanaman nilai-nilai kebangsaan

Kapolda NTT : Kita Ingin Perlihatkan Eksistensi RI
POS KUPANG/RYAN NONG
Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman bersama Kapolres TTU AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, SH.,SIK.,M memegang piagam dari LEPRID di Mapolda NTT pada Selasa (23/7/2019) sore. 

Kapolda NTT : Kita Ingin Perlihatkan Eksistensi RI

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pembentangan bendera merah putih yang dilakukan oleh Polres TTU  bersama dengan aparat TNI, Pemerintah Kabupaten TTU dan masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL di Desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU pada 9 Juli 2019 menuai rekor dunia.

Pembentangan bendera dengan ukuran panjang 1.773 meter (1,773 km) dan lebar 75 cm di batas negara itu diakui dan dicatat oleh Lembaga Prestasi Indonesia - Dunia (LEPRID) sebagai rekor dunia pembentangan bendera terpanjang di perbatasan dua negara.

Kapolres TTU AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, SH.,SIK.,MH kepada POS-KUPANG.COM pada Selasa (23/7/2019) menyatakan bahwa pembuatan dan pembentangan bendera tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkuat penanaman nilai-nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme khususnya bagi masyarakat di perbatasan.

Sehingga, jelasnya, Dengan momentum  tersebut diharapkan masyarakat perbatasan akan memiliki daya tangkal terhadap setiap hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan yang terjadi di batas negara yang tentunya akan sangat membantu tugas Polri maupun TNI.

Rishian menjelaskan, pembuatan dan pembentangan bendera terpanjang tersebut diprakarsai sendiri oleh Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman.

"Penyerahan piala, piagam penghargaan dan medali di Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) kepada Kapolda NTT yang telah memprakarsai pembuatan dan pembentangan bendera merah putih sepanjang 1773 M tepat di garis batas NKRI dengan RDTL tepatnya di desa Haumeni Ana Kecamatan Bikomi Nilulat Kabupaten Timor Tengah Utara dengan Distric Oecusse, RDTL," katanya.

Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman yang dihubungi terpisah pada Selasa mengatakan bahwa pembentangan bendera "raksasa" terpanjang tersebut mau memperlihatkan eksistensi negara di wilayah perbatasan.

"Perbatasan di Belu dan Malaka sering dilakukan kegiatan, jadi kita ingin memperlihatkan eksistensi NKRI di perbatasan TTU," kata Irjen Pol Raja Erizman.

Mantan Kadivkum Mabes Polri ini mengatakan, inspirasi pembuatan dan pembentangan bendera dengan panjang 1773 m tersebut mengandung makna Hari Bhayangkari ke 73.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved