Ini Komentar BPJS Kesehatan Terkait 12 Rumah Sakit di NTT Turun Kelas

Secara nasional sekitar 615 rumah sakit umum yang diminta untuk tinjau ulang hampir sebagian besar sarannya turun kelas

Ini Komentar BPJS Kesehatan Terkait 12 Rumah Sakit di NTT Turun Kelas
POS-KUPANG.COM/ YENI RACHMAWATI
Kepala BPJS Kesehatan cabang Kupang, Fauzi Lukman Nurdiansyah, 

Ini Komentar BPJS Kesehatan Terkait 12 Rumah Sakit di NTT Turun Kelas

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Dasar penurunan status Rumah Sakit dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI melalui surat kepada seluruh pimpiman daerah Dinas Kesehatan Provinisi, Kabupaten/Kota tentang peninjauan kembali kelas rumah sakit.

Secara nasional sekitar 615 rumah sakit umum yang diminta untuk tinjau ulang hampir sebagian besar sarannya turun kelas. Termasuk Rumah Sakit di Provinsi NTT.

Sekitar 12 Rumah Sakit yang turun kelas. Namun itu baru informasi awal. Secara alur Kemenkes memberi waktu 28 hari untuk Rumah Sakit memberikan komentar.

Ramalan Zodiak Rabu 24 Juli 2019 Ada Yang Sensitif Loh ! Cancer Malam Romantis Leo Lebih Aktif

Artinya belum final, bila ada yang tidak sesuai maka bisa menggunakan Permenkes 56 tahun 2014 tentang kategori RS sebagai dasar penentuan kelas rumah sakit.

Bila ada yang tidak sesuai maka bisa lakukan pengajuan kembali dengan dasar tersebut. Nanti hasil akhirnya turun atau tetap.

Kepala BPJS Kesehatan cabang Kupang, Fauzi Lukman Nurdiansyah, kepada POS-KUPANG. COM, Senin (22/7/2019), menyampaikan secara alur, BPJS Kesehatan dengan Dinkes selalu krudensialing mengecek SDM dan syarat kelas rumah sakit sebagai tim bersama yang menggunakan PMK 56.

"Jadi kita mengikuti ketentuan, proses turun itu dengan Dinkes juga. Kita tidak terlibat langsung. Karena permintaan Kemenekes lewat Dinkes Di NTT. Kami dengan Dinkes sebagai tim bersama untuk mengecek SDM menggunakan PMK 56. Kita mengikuti ketentuan, karena belum final. Masih ada nego dan lainnya. Karena sebagai pembayar klaim RS semua tergantung hasil akhir dari surat tersebut. Tapi yang pasti proses turun itu dengan Dinkes," tuturnya.

BPJS Kesehatan cabang Kupang membawahi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Alor, Rote dan Sabu. Dari Kota/Kabupaten tersebut sudah sekitar 80 persen masyarakat yang menjadi anggota BPJS Kesehatan.

Ia menjelaskan dalam konsep pembayaran klaim BPJS menggunakan dua jenis yaitu faskes primer dan rumah sakit.

Setiap awal bulan BPJS rutinmembayar kapitasi dan tambahan non kapitasi berdasarkan pengajuan yang dilakukan.

Sedangkan untuk rumah sakit dianggap beban bagi BPJS Kesehatan bila rumah sakit tersebut sudah melakukan pengajuan.

3 Petinju Indonesia Kalah di Turnamen Piala Presiden Ke-23 di Labuan Bajo

Anda Wajib Tahu 6 Manfaat Minum Lemon Madu Sebelum Tidur

Kapolda NTT : Kita Ingin Perlihatkan Eksistensi RI

"Ada yang rutin dan tidak, semua tergantung RS dan pengajuan tergantung dari jumlah kasus. Misalnya rumah sakit di Kabupaten, sekira puluhan juta per bulan ada juga yang sampai Rp 5 miliar," ujarnya.
Rata-rata klaim rumah sakit per bulan Rp 34 miliar. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved