BREAKING NEWS:Pria Pendiam ini Gantung Diri di Maumere,Diduga Tertekan Belum Kerja

Keseharian Yulius Samsedu Pati (27) dikenal pendiam, jarang bicara oleh ayah dan ibunya Marthinus Ngai, dan Paulina Mere

BREAKING NEWS:Pria Pendiam ini Gantung Diri di Maumere,Diduga Tertekan Belum Kerja
POS-KUPANG.COM/EGINIUS  MO’A
Marthinus  Ngai, memberikan keterangan  kematian  anaknya  di    RSUD  dr.TC  Hillers Maumere,  Pulau  Flores,  Rabu  (24/7/2019). 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---- Keseharian  Yulius  Samsedu Pati (27)   dikenal pendiam, jarang bicara   oleh ayah dan  ibunya Marthinus  Ngai, dan Paulina Mere. 

Sehari-harinya, bila selesai  menjalankan aktivitas  rutin  mengantar seorang adiknya ke tempat kerja,seorang  lagi  ke sekolah  dan  membawa jatah makan   bagi  ayah  dan ibunya mengelola kios di Pasar  Alok, Kota Maumere,  Pulau  Flores, Yulius kembali  ke rumahnya di  Lorong BK3D, Kelurahan  Kota Baru,  Kota Maumere.

Semenjak menamatkan pendidikan  S-1  Biologi  dua  tahun  silam di  salah satu  perguruan  tinggi  di Kota Malang, Jawa  Tmur, Yulius   belum  punya pekerjaan. Sehari-hari, ia membantu  menjalankan tugas  di rumah.

 Divonis 1,5 Tahun, Jokdri Peluk Anak dan istri, Simak Beritanya

Maung Bandung Tak Pernanh Menang saat Head to Head Persib Bandung vs Bali United, Simak YUK

“Dia sesekali keluar rumah,tapi lebih banyak diamnya, dengan kami  juga  jarang bicara. Kalau di rumah  setelah kasih makan ayam  dan babi atau antar adik-adiknya  dia main  HP,”  ujar  Marhinus  Ngai, ayah  Yulius  tentang perangai  Yulius  sebelum ditemukan meninggal  gantung diri di dalam  rumah, Rabu   (24/7/2019) pagi  tadi.

Marthinus Ngai menyakinkan  hingga  ditemukan meninggal, anaknya  tak  memiliki masalah  pribadi yang diceritakan kepadanya.  Ia menduga,  Yulius  tertekan  belum  memiliki pekerjaan setelah tamat kuliah.

“Mungkin saja  dia  berpikir, kami sudah kuliahkan dia,  tapi  sudah  dua  tahun  belum punya kerjaan. Masalah  lain  seperti perempuan  juga tidak  ada. Dia  bunjang, dia juga  tidak pernah terbuka dengan kami,”  tutur  Marthinus Ngai.

Marthinus  Ngai  mengakui, anak nomor  dua   dari empat  bersaudara ini punya pembawaan pendiam.  Namun dengan teman-teman, dia suka  bercerita.

“Dia  tidak suka marah  orang  dan  tertawa-tertawa  saja. Menurut saya  dia punya beban  kemungkinan  belum  punya pekerjaan. Lain    itu tidak  ada.   Kami ini  kalau  mau makan   dan  minum dan telphon dulu dia.  Hari Minggu, saya keluar   jam  09.00 Wita atau  10.00 Wita, Biasa-biasa  saja selama  ini. Tadi  pagi  saya keluar  di masih tidur.  Tadi malam juga  biasa-biasa saja,”  beber Marthinus.

Kebiasan lain anaknya,  kata Marthinus Ngai, kalau dia mau makan, dia ambil piring senduk  makan  tidak omong.

Marthinus  mengaku  sangat terkejut  ditelpon mengabarkan  kematian anaknya   gantung diri  di dalam  rumah,  Rabu  pagi  tadi. Ia     tak punya    firasat akan mengalami  musibah ini.  (laporan wartawan  pos-kupang.com, eginius mo’a)


Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved