Wilayah Utara Kabupaten Ende Rentan Dengan Kekeringan

Wilayah utara Kabupaten Ende yang meliputi 4 kecamatan rawan kekeringan. Ada Kecamatan Kota Baru, Maurole, Wewaria dan Maukaro

Wilayah Utara Kabupaten Ende Rentan Dengan Kekeringan
POS-KUPANG.COM/ Romualdus Pius
Kadis Pertanian Kabupaten Ende, Ir Marianus Alexander 

Wilayah Utara Kabupaten Ende Rentan Dengan Kekeringan

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE- Wilayah utara Kabupaten Ende yang meliputi 4 kecamatan masing-masing Kecamatan Kota Baru, Kecamatan Maurole,Kecamatan Wewaria dan Kecamatan Maukaro rentan dengan kekeringan karena merupakan daerah terbuka yang selama ini memang kerap mengalami kesulitan air.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, Ir. Marianus Alexander mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Selasa (23/7/2019) ketika dikonfirmasi mengenai daerah di Kabupaten Ende yang terdampak dengan kekeringan.

Marianus mengatakan bahwa sesuai dengan pengalaman menunjukan bahwa daerah-daerah yang ada di wilayah utara Kabupaten Ende selama ini memang kerap mengalami kekeringan sehingga berdampak pada tanaman pertanian maupun perkebunan yang kerap mengalami gagal panen.

Namun demikian kondisi kekeringan yang biasa terjadi saat ini belum terjadi di wilayah utara Kabupaten Ende. Hal ini ditandai dengan masih berkembangnya tanaman milik masyarakat baik jenis palawija maupun tanaman perkebunan seperti jambu mente.

“Di wilayah utara banyak terdapat jambu mente dan sejauh ini belum berdampak langsung terhadap tanaman tersebut,”kata Marianus.

34 Desa di TTS Terditeksi Alami Kekeringan

Marianus mengatakan bahwa saat ini isu kekeringan memang sudah menjadi isu nasional maka dengan demikian pemerintah pusat melalui Depertemen Pertanian telah meminta kepada Dinas Pertanian semua daerah termasuk Kabupaten Ende untuk mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan koordinasi dengan dinas atau lembaga lain.

”Iya sejauh ini belum ada laporan terkait dengan kekeringan karena kalau memang ada kekeringan yang mengakibatkan pada kerusakan pada tanaman yang juga sehingga menyebabkan masyarakat mengalami kekurangan pangan maka kami akan berkoordinasi dengan BPBD juga Dinas Sosial untuk memberikan bantuan pangan kepada warga,”kata Marianus.

Marianus mengatakan bahwa pemerintah pusat memang telah mengantisipasi adanya kekeringan dengan menyiapkan cadangan benih nasional (CBN) namun di NTT khususnya Kabupaten Ende tidak mendapatkan jatah CBN karena dinilai tingkat kekeringan yang ada di Kabupaten Ende belum termasuk dalam kategori rawan.

2.708 Jiwa Penduduk di Sumba Timur Menderita Kekurangan Air Bersih Akibat Kekeringan

Marianus mengatakan bahwa terkait dengan isu kekeringan pada tanaman dirinya secara pribadi telah turun langsung ke lapangan pekan lalu dan mendapati bahwa tingkat kekeringan yang ada belum terlalu membahayakan atau berpengaruh pada tanaman pertanian maupun perkebunan milik warga.

Marianus meminta kepada PPL yang ada di lapangan untuk segera memberikan laporan apabila memang ada wilayah atau daerah binaannya mengalami kekeringan agar segera diambil langkah oleh pemerintah untuk mengatasi kekeringan yang terjadi baik pada tanaman maupun pada masyarakat yang terdampak pada kekeringan. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved