Terkait Pro Kontra Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Ini Kata Menpar Arief

target pertama badan itu adalah membuat integrated tourism masterplan atau master plan pariwisata terpadu.

Terkait Pro Kontra Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Ini Kata Menpar Arief
POS-KUPANG.COM/ Servan Mammilianus
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka turnamen tinju Piala Presiden di Labuan Bajo, 

Terkait Pro Kontra Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Ini Kata Menpar Arief

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya usai menonton tinju di Labuan Bajo tadi malam turut ditanyai tentang komentarnya terkait pro kontra kehadiran Badan Otorita Pariwisata (BOP) di Labuan Bajo saat ditemui wartawan.

Dia menjelaskan bahwa tugas pertama yang harus dilakukan oleh badan itu adalah menyusun masterplan pariwisata terpadu.

"Kalau ada masukan-masukan, silahkan diberi masukan tetapi untuk diketahui bahwa semua sepuluh Bali Baru itu mempunyai pengelola. Jadi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus, Red) atau Badan Otorita. Yang tidak ada KEK nya, Badan Otorita. Mandalika contohnya, dia berupa Kawasan Ekonomi Khusus ITDC. Kalau Danau Toba Badan Otorita. Tetapi poinya harus memiliki Badan Pengelola. Dan poin utamanya adalah single destination, single management," kata Arief.

Dia menegaskan bahwa target pertama badan itu adalah membuat integrated tourism masterplan atau master plan pariwisata terpadu.

"Yang pertama, membuat integrated tourism masterplan," kata Arief.

Dia juga menyampaikan bahwa Komodo dan Labuan Bajo harus bernilai jual tinggi dan dilakukan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

"Kita posisikan Labuan Bajo, Komodo ini sebagai hight and market. Bahasa lainnya sustanable tourism development," kata Arief.

Tak Hanya Cari Korban Musibah, Kantor SAR Maumere Gelar Donor Darah

Kejati NTT Pathor Rahman Komitmen Tuntaskan Semua Kasus Mega Korupsi di NTT

Jimmi Sianto Sebut Dinsos NTT Gagal

Persamba Manggarai Barat Bertemu PS Malaka di Final

Dia menjelaskan bahwa sesuai target Presiden untuk Labuan Bajo semuanya harus sudah selesai tahun 2020.
"Seperti Pak Presiden menginkan kita percepat," kata Arief.(Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved