Kasus Pencabulan Santri di Aceh, 20 Persen Santri Pindah hingga Polisi Tangkap Penyebar Hoaks

Kasus Pencabulan Santri di Aceh, 20 Persen Santri Pindah hingga Polisi Tangkap Penyebar hoaks

Kasus Pencabulan Santri di Aceh, 20 Persen Santri Pindah hingga Polisi Tangkap Penyebar Hoaks
KOMPAS.com/MASRIADI
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta, dalam konferensi pers di Lhokseumawe, memperlihatkan barang bukti dan tersangka dalam kasus pencabulan 15 santri yang dilakukan pimpinan pesantren dan seorang guru di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019). 

Kasus Pencabulan Santri di Aceh, 20 Persen Santri Pindah hingga Polisi Tangkap Penyebar hoaks

POS-KUPANG.COM - Pasca ditangkapnya pimpinan pesantren AI dan seorang guru MY, yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 15 orang santrinya berdampak pada pesantren tersebut.

Pasca-kejadian itu, tak ada aktivitas apa pun di kantor maupun ruang belajar Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Selain itu, sebanyak 20 persen dari 300 santri dilaporkan pindah sekolah ke pesantren atau sekolah lainnya di Aceh.

Hakim MK Minta Kuasa Hukum Partai Gerindra Tak Pengaruhi Keterangan Saksi dalam Sidang

Sementara, penyidik Polres Lhokseumawe kembali menangkap seorang wanita berinisial J (21) asal Kabupaten Bieruen dalam dugaan penyebaran hoaks alias informasi bohong kasus pencabulan pimpinan pesantren.

Berikut fakta terkini kasus pelecehan seksual yang dilakukan pimpinan dan guru pesantren di Aceh:

1. Pesantren pindah lokasi
Salah seorang pengurus kompleks, Aling Kamaruzzaman menyebutkan, kabarnya pesantren itu pindah lokasi.

Ditelantarkan Sekolah, 19 Siswa SMK Ini Gagal Kuliah

"Tidak ada diberi tahu secara resmi pada pengurus kompleks. Namun, kabarnya, mereka pindahkan aktivitas ke Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Bangunan yang digunakan bekas Pesantren Muhajirin dulu," sebut Aling.

Aling menyebutkan, sehari sebelumnya, pengurus yayasan mulai mengangkut barang dari lokasi itu. "Tapi secara pastinya saya tidak tahu," katanya.

2. Pemindahan untuk memberi kenyamanan santri
Kepala Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Lhokseumawe, Muslem, yang ditemui terpisah membenarkan pesantren itu ditutup di Kompleks Panggoi Indah.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved