Penyulingan Air Di Pulau Ende Senilai Rp 14 Miliar Mangrak

namun demikian proyek tersebut justru mangrak karena tidak pernah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan

Penyulingan Air Di Pulau Ende Senilai Rp 14 Miliar Mangrak
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Camat Pulau Ende, Usman Husen

Penyulingan Air Di Pulau Ende Senilai Rp 14 Miliar Mangrak

POS-KUPANG.COM|ENDE--Proyek penyulingan air laut menjadi air tawar yang didanai dari APBN RI tahun 2015 saat ini mangrak karena semenjak dibangun belum juga beroperasi menghasilkan air laut menjadi air tawar guna memenuhi kebutuhan akan air bersih bagi warga setempat.

Camat Pulau Ende, Usman Husen mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Senin (22/7/2019) di Ende.
Camat Usman mengatakan bahwa sebagai camat di Pulau Ende pada awalnya senang karena adanya proyek penyulingan air laut menjadi air tawar sehingga dengan demikian kebutuhan akan air minum bersih yang selama ini menjadi masalah klasik bagi warga bisa terpenuhi.

Namun demikian seiring dengan perjalanan waktu ketika proyek tersebut selesai keinginan warga untuk menikmati air bersih hanyalah mimpi karena hingga kini pelaksanaan penyulingan air laut menjadi air tawar tidak juga memberikan hasil.

Oleh karena pihaknya meminta kepada PDAM Ende selaku lembaga yang bertanggungjawab atas pelaksanaan proyek penyulingan air laut untuk segera menuntaskan masalah yang ada sehingga kebutuhan air minum bersih bagi warga yang didanai dengan dana yang besar bisa memberikan hasil nyata bagi warga.

Camat Usman mengatakan bahwa persoalan air minum bersih bagi warga di Kecamatan Pulau Ende sudah menjadi masalah klasik sejak dulu namun belum juga mendapatkan solusi yang parmanen dari pemerintah.

“Ketika ada proyek penyulingan air laut menjadi air tawar warga merasa senang karena setidaknya kebutuhan akan air bisa terjawab namun demikian proyek tersebut justru mangrak karena tidak pernah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan,”kata Camat Usman.

Camat Usman mengatakan pihaknya tidak tahu alasan apa sehingga proyek air minum di Pulau Ende mengalami kegagalan atau mangrak. Oleh karena itu pihaknya berharap agar proyek tersebut bisa berjalan hingga bisa memenuhi kebutuhan air bagi warga.

Menurut Camat Usman dengan mangkraknya proyek penyulingan air laut menjadi air tawar di Pulau Ende maka keinginan warga untuk segera menikmati air bersih belum juga terjawab.

Usman berharap kepada PDAM Ende untuk lebih serius mengurusi air minum bersih di Kecamatan Pulau Ende dalam hal ini pelaksanaan penyulingan air laut menjadi air tawar sehingga dengan demikian kebutuhan akan air bersih bagi warga bisa terjawab.

Camat Usman mengatakan bahwa penyulingan air laut menjadi air tawar merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan air bagi warga di Kecamatan Pulau Ende.

Saat ini ujar Camat Usman untuk bisa menikmati air bersih warga di daerah tersebut menggunakan bak dengan sistem Penampung Air Hujan (PAH) yang artinya kebutuhan air baru bisa terpenuhi ketika hujan turun. Selain itu juga memenfaatkan air sumur namun tidak semua sumur rasanya tawar karena lebih banyak sumur yang rasanya asin.

KPU Ngada Tetapkan Perolehan Kursi Parpol dan Calon Terpilih DPRD

Kapal Pelni Hari Ini Ada Yang Belayar ke Tarakan, Ini Jadwalnya

Hari Bhakti Adhyaksa 2019, Ini Pesan Kajati NTT untuk Kajari Jajaran

Solusi yang coba ditawarkan pemerintah dengan membangun penyulingan air laut menjadi air tawar juga tidak berjalan optimal karena sejak dibangun hingga kini beum juga beroperasi atau mangrak,ujar Camat Usman. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved