Keluarga Korban dan Cipayung Desak Polda NTT Tangani Kasus Pencabulan di Kabupaten Kupang

Keluarga korban pencabulan dan sejumlah organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus meminta Polda NTT menangani kasus pencabulan di Kabupaten Kupang

Keluarga Korban dan Cipayung Desak Polda NTT Tangani Kasus Pencabulan di Kabupaten Kupang
POS-KUPANG.COM/ GECIO VIANA
audiens keluarga korban pencabulan dan Cipayung Plus bersama Kabag Wasidik Ditreskrimum Polda NTT, Kompol Alexander Aplunggi, S.H di ruang konferensi pers Ditreskrimum Polda NTT, Senin (2272019). 

Keluarga Korban dan Cipayung Desak Polda NTT Tangani Kasus Pencabulan di Kabupaten Kupang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Keluarga korban pencabulan dan sejumlah organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus meminta Polda NTT menangani kasus pencabulan yang menimpa seorang siswi SMA di Kabupaten Kupang berinisial SM (16).

Hal ini disampaikan keluarga korban dan Cipayung Plus saat audiens bersama Kabag Wasidik Ditreskrimum Polda NTT, Kompol Alexander Aplunggi, S.H di ruang konferensi pers Ditreskrimum Polda NTT, Senin (22/7/2019).

Sebelumnya keluarga korban dan Cipayung Plus melakukan demonstrasi di depan Mapolda NTT dan masuk ke area Mapolda NTT.

Keinginan pihak keluarga bersama mahasiswa karena merasa penyelesaian kasus yang dilaporkan pada Februari 2019 lalu di Polres Kupang terkesan lamban.

"Keluarga korban sudah tidak mempercayai kinerja polisi Kabupaten Kupang (Polres Kupang) karena mereka sebagai masyarakat kecil sudah tidak mendapatkan keadilan di sana. Kasus ini sejak Februari didiamkan," kata perwakilan Cipayung Plus yang juga Ketua GMKI Cabang Kupang, Ferdinand Umbu Tay H dalam audiensi tersebut.

Gadis Ini Dicabuli di Tempat Ibadah Setelah Dicekoki Miras

Ferdinand menjelaskan, akibat pencabulan yang diduga dilakukan oleh pelaku, saat ini korban tengah hamil 8 bulan.

Korban dicabuli sejak tahun 2014 saat duduk di bangku SD kelas 6.

Saat melaporkan kejadian tersebut, korban juga menyebutkan beberapa saksi dalam kasus tersebut, namun pihak penyidik tidak memanggil para saksi yang merupakan keluarga dekat korban guna proses penyidikan kasus.

Halaman
123
Penulis: Gecio Viana
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved