Jelang Hari Anak Nasional, Ini Tuntutan Lembaga Perlindungan Anak (LPA)

Jelang Hari Anak Nasional, Ini Tuntutan Lembaga Perlindungan Anak (LPA)

Jelang Hari Anak Nasional, Ini Tuntutan Lembaga Perlindungan Anak (LPA)
pos kupang.com, robert ropo
Anak-anak sedang menghadiri Acara Hari Anak Nasional di Sumba Timur. 

Jelang Hari Anak Nasional, Ini Tuntutan Lembaga Perlindungan Anak (LPA)

POS-KUPANG.COM-KUPANG - Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli.

Perayaan Hari anak ini berdasarkan Keputusan Presiden no. 44/ tahun 1984. Salah satu dasar ditetapkannya Hari Anak ini adalah karena anak dipandang sebagai aset bangsa.

Menjelang peringatan Hari Anak Nasional pada Selasa (23/7/2019) besok, Ketua Lembaga Perlindungan Anak, Tory Ata, menyerukan pernyataan penolakan dan kutukan terhadap segala bentuk kekerasan anak di NTT pada khususnya.

Dia mengatakan anak Indonesia adalah tunas bangsa dan harapan bangsa. Akan tetapi, faktanya anak-anak masih mengalami berbagai pelanggaran hak anak dan diskriminasi.

"Perlindungan anak masih minim. Pada bidang hak sipil dan kebebasan, masih banyak anak yang belum mempunyai akta kelahiran. Juga pada bidang Kesehatan, anak NTT masih banyak kekurangan gisi bahkan gizi buruk. NTT merupakan provinsi tertinggi untuk angka stunting (pertumbuhan anak yang lambat dan kerdil)," bebernya, Senin (22/7/2019).

Resmi Bercerai, Song Hye Kyo Hapus Semua Foto Song Joong Ki di Akun Instagramnya

Tampil Natural Tanpa Make Up, Wajah 8 Idol KPop Perempuan ini Bikin Terpesona! Idola Kamu Ada?

Ini Pesan Bupati Kupang untuk 21 Jemaah Calon Haji Asal Kabupaten Kupang

Dirut LKF Mitra Tiara Larantuka Sanggup Bayar 16 Ribu Nasabah

Pada aspek pendidikan, lanjut dia, masih banyak anak yang putus sekolah dan berpendidikan rendah.

Kasus kekerasan terhadap anak dan Anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) juga sangat tinggi.

Saat ini terdapat 39 anak di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak). Rinciannya 32 orang untuk kasus kesusilaan, pencurian 3 orang, ketertiban 1 orang, pembunuhan 2 orang, dan penganiayaan 1 orang.

"Kita juga dikejutkan dengan ayah yang memukul dan menyiksa anak hingga patah kaki dan tangan. Sangat ironis dan menyedihkan," timpalnya.

Dia mendesak agar adanya perhatian serius dari semua pihak untuk mencegah dan menangani permasalahan anak ini secara terstruktur dan tuntas.

Tema Hari Anak Nasional tahun ini adalah “Keluarga Sebagai Penopang Perlindungan Anak”.

Oleh karena itu, menurut Tory, semua pemerintah dan semua pihak terkait harus mendorong dan menekankan supaya keluarga sebagai harta yang utama bisa berperan aktif dalam memberikan perlindungan kepada anak.

"Dan negara sebagai pemegang kewajiban dapat memberikan perlindungan kepada anak sebagai warga negara."

(*)

Penulis: Ferry Jahang
Editor: Eflin Rote
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved