Final Ideal ETMC, Flores vs Timor atau Flores vs Sumba ?

Empat tim yang berhasil melaju ke empat besar, yaitu Persemal Malaka, Perse Ende, Persada Sumba Barat Daya dan Persamba Manggarai Barat.

Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Frans X Watu 

POS KUPANG.COM -Turnamen sepakbola Liga 3 PSSI zona NTT bertajuk El Tari Memorial Cup (ETMC) sudah memasuki fase semi final. Meski ada beragam kontraversi yang menyertainya, kompetisi tertinggi sepakbola di Bumi Flobamora ini tetap saja dinantikan oleh pecinta sepakbola Nusa Tenggara Timur.

Salah satu bahasan menarik yang kerap dibicarakan di awal turnamen adalah menerka siapa yang akan menjadi jawara. Meski katanya tuan rumah Malaka akan berupaya dengan segala cara agar bisa menjadi juara di kandang sendiri. Pertandingan bola kadang susah ditebak, walaupun tuan rumah diuntungkan dengan pemain ke dua belas (penonton).

 Demikian ulasan Mantan Kapten Suratin Cup NTT, Frans X Watu, dalam ulasannya terkait pelaksanaan Turnamen Sepak Bola El Tari Memorial Cup 2019.

Sejenak kita lupakan atur-mengatur atau faktor pemain ke dua belas, atau apalah itu namanya. Saya coba menganalisa 4 tim yang sudah mencatatkan namanya di partai semi final yang akan dilangsungkan senin (22/7) di lapangan Betun, Malaka.

Empat tim yang berhasil melaju ke empat besar, yaitu Persemal Malaka, Perse Ende, Persada Sumba Barat Daya dan Persamba Manggarai Barat.

Dari empat tim semi final ini, ulasn Frans Watu yang juga mantan Kapten Tim  PSK Kupang ETMC tahun 1986,  mengurai,  tiga tim (Kabupaten) sudah pernah merasakan juara ETMC, Perse Ende tahun 1999 dan 2017, Persamba Manggarai Barat tahun 2013, Persedaya Sumba Barat Daya tahun 2011. Persemal Malaka baru tiga kali mengikuti ETMC dan prestasi tertinggi mereka mencapai babak semi final di Maumere.

Melihat performance ke empat tim ini kata mantan pemain Liga Mahasiswa tersebut, Persemal lebih diuntungkan karena faktor tuan rumah. Sebagai tuan rumah tentunya Malaka akan memanfaatkan semua potensi untuk menggondol thropy ETMC. Selain Malaka salah satu tim dari Flores sangat berpeluang karena terjadi derby sesama Flores. Persada akan menjadi kuda hitam, yang bisa menyingkirkan tuan rumah di semi final.

dari sisi permainan katan mantan pemain ASMI Jakarta dan Liga Galatama,  ke empat kesebelasan memiliki kemampuan merata, tidak ada pola permainan baik dalam menyerang maupun bertahan. Semua tim bermain dengan pola klasik dengan mengandalkan power (otot) pada hal dalam sepakbola moderen dituntut kemampuan skill dan team work.

Yang pasti lanjut eks pemain Perkesa Mataram, Lampung Putra dan  Arema Malang ini.partai final akan mempertemukan antara Flores vs Sumba atau Flores vs Timor (Persada vs Persamba atau Persemal vs Persamba). Mana yang ideal ?

Saya menempatkan Persemal di kemungkinan ke dua, pengamatan saya, tim ini sudah mencapai peak performance pada laga melawan Persap Alor di babak 8 besar. Kuncinya pada kejelian coach Persemal dalam memotivasi dan merotasi pemain.

Tekanan penonton terhadap Persada sedikit banyak akan mempengaruhi mental bertanding anak-anak sandalwood. Saya perkirakan penonton akan membludak hingga garis batas lapangan. Jika Persada melayani permainan cepat Persemal, petaka bagi pasukan sandalwood. Sebagai tuan rumah Persemal tentu tidak akan mau dipermalukan dihadapan pendukungnya.

Permainan Persada yang konsisten, efektif, kecepatan dalam melakukan transisi bertahan ke menyerang yang sangat baik akan memberikan perlawanan yang berarti bagi Persemal. Kecepatan lini depan Persada harus menjadi perhatian lini bertahan Persemal.

Derby Flores antara Persamba vs Perse tidak kala serunya dibandingkan duet Perse,mal vs Persada. Persamba datang ke Malaka dengan persiapan yang matang. Tim ini sempat melakukan try out ke Jawa. Datang dengan materi pemain yang merata dan berasal dari berbagai daerah dan menjalani pemusatan latihan yang cukup, sehingga dapat memudahkan pemain beradaptasi.

Kekuatan tim ini ada di lini tengah, disana bercokol gelandang berkarakter yang kuat dalam bertahan dan menyerang. Pola permainan antara ke dua tim ini nyaris sama, dengan mengandalkan pasing-pasing pendek, namun Persamba sedikit unggul dari sisi materi.

Sedangkan Perse dengan modal runner up ETMC dua tahun lalu, bermain bagaikan disel, sempat dibantai Persap, namun bisa bangkit di putaran delapan besar.

Kita tunggu siapakah yang akan tampil di partai final apakah Persemal vs Persamba atau Persada vs Persamba. Bisa juga Perse yang akan tampil di laga pemungkas menghadapi tuan rumah Malaka.  (*)

Salah satu stadion tempat pelaksanaan pertandingan El Tari Memorial Cup 2019 di Kabupaten  Malaka.
Salah satu stadion tempat pelaksanaan pertandingan El Tari Memorial Cup 2019 di Kabupaten Malaka. (pos-kupang.com)
Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved