Fary: Gerindra Berhak Mendapat Jabatan Ketua MPR, Ini Alasannya

Kata Fary Djemy Francis: Partai Gerindra Berhak Mendapat Jabatan Ketua MPR, Ini Alasannya

Fary: Gerindra Berhak Mendapat Jabatan Ketua MPR, Ini Alasannya
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI, Fary Djemy Francis dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2019). 

Kata Fary Djemy Francis: Partai Gerindra Berhak Mendapat Jabatan Ketua MPR, Ini Alasannya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI Fary Djemy Francis berpendapat bahwa partainya berhak untuk mendapatkan jabatan Ketua MPR.

Sebab, Partai Gerindra memperoleh suara kedua terbanyak dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Selain itu, kata Fary, dalam beberapa periode sebelumnya, ketua MPR dipegang oleh partai oposisi.

Sang Pacar Sebarkan Video Siswi SMK Setengah Bugil, Ternyata Ini Motifnya

"Kalau ditanya apakah Gerindra inginkan pimpinan, ya pengalaman untuk menjadi ketua MPR juga dipimpin oleh oposisi untuk menjaga keseimbangan itu memungkinkan bagi kita," ujar Fary dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Seperti diketahui, pada periode 2009-2013, jabatan Ketua MPR dipegang oleh Taufik Kiemas dari PDI-P.

Saat itu, PDI-P menjadi oposisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kemudian pada periode 2014-2019, Ketua MPR dijabat oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang juga menjadi oposisi.

Raih Suara Terbanyak, Caleg PDIP Tidak Ditetapkan Jadi Anggota DPRD Ende, Ini Alasannya

Di sisi lain, lanjut Fary, pemikiran dan gagasan Prabowo dapat direalisasikan melalui tugas, fungsi, dan peran MPR. Oleh sebab itu, Fary mengusulkan agar jabatan ketua MPR periode 2019-2024 dipegang oleh Partai Gerindra.

Fary mengatakan, partainya telah memiliki konsep dalam menjalankan tugas dan fungsi MPR terkait sosialisasi empat pilar, yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Alangkah lebih baik bila pemikiran Pak Jokowi tertuang di pemerintah, sementara pemikiran Pak Prabowo diejawantahkan di parlemen, dalam hal ini MPR," kata Fary.

Menurut dia, ke depannya MPR memiliki peran yang strategis dalam melakukan rekonsiliasi di akar rumput. Sebab, tak dipungkiri masyarakat menjadi terbelah atau terpolarisasi berdasarkan pilihan politik akibat Pilpres 2019.

"Jadi, makna rekonsiliasi bukan soal bagi-bagi kursi, tetapi bagaimana caranya mengkolaborasikan kedua pihak yang kemarin berkompetisi menjadi satu kekuatan demi masa depan bangsa," tutur dia. (Kompas.com/Kristian Erdianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gerindra: Ketua MPR Sebaiknya Berasal dari Partai Oposisi",

 

https://nasional.kompas.com/read/2019/07/22/1 5443851/gerindra-ketua-mpr-sebaiknya-berasal- dari-partai-oposisi.

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved