Dirut LKF Mitra Tiara Larantuka Sanggup Bayar 16 Ribu Nasabah

Dirut Lembaga Kredit Finance Mitra Tiara Larantuka Sanggup Bayar 16 Ribu nasabah

Dirut LKF Mitra Tiara Larantuka Sanggup Bayar 16 Ribu Nasabah
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Koordinator nasabah LKF Mitra Tiara asal Maumere, Jakobus Herin (topi) bersama nasabah lainya berada di halaman PN Maumere, Pulau Flores, Senin (22/7/2019). 

Dirut Lembaga Kredit Finance Mitra Tiara Larantuka Sanggup Bayar 16 Ribu nasabah

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Pengakuan mengejutkan diungkapkan Direktur Utama (Dirut) Lembaga Kredit Finansial (LKF) Mitra Tiara Larantuka, Pulau Flores, Niko Ladi dari balik Lembaga Pemasyarakatan Kupang.

"Saya beberapa kali ketemu Niko Ladi di LP Kupang. Dia bilang dana dia masih banyak di simpan di bank-bank. Jangankan bayar uang 705 nasabah yang gugat dia di PN Larantuka, 16 ribu nasabah juga bisa dibayar," kata Koordinator Nasabah LKF Mitra Tiara asal Maumere, Jakobus Herin, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (22/7/2019) di Maumere.

Puncak Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa di NTT Diwarnai Acara Pelepasan Balon

Pertemuan itu, lanjut Jakobus bisa dilakukan karena dirinya masih berkerabat dengan Niko Ladi. Ia bahkan mengakui, dana cukup banyak disiimpan di salah satu bank swasta nasional.

Penelusuran Jakobus Herin di dua bank plat merah di Kota Maumere, Niko Ladi memiliki simpanan dibawah Rp 10 miliar.

Mahasiswa Tertangkap Berhubungan Badan Dalam Mobil, Ini Ancaman Hukumannya

"Di salah satu bank BUMN di Larantuka disimpan atas nama orang lain Rp 3 miliar. Uangnya masih ada banyak di sejumlah bank," kata Jokobus Herin, bersama belasan nasabah mendatangi Pengadilan Negeri Maumere, Senin pagi.

Kehadiran mereka minta bantuan Majelis Hakim PN Maumere supaya memberi akses kepada mereka bilamana dilakukan eksekusi putusan PN Larantuka dalam perkara LKF Mitra Tiara.

"Kami tidak punya uang lagi pergi ke Larantuka menanyakan eksekusi putusan. Kalau dilakukan eksekusi di PN Larantuka akan koordinasi dengan PN Maumere, karena korban Mitra Tiara ada di Maumere dan Ende," kata Jakobus Herin.

Jakobus mengatakan sebanyak 2.500 nasabah LKF Mitra Tiara asal Sikka dan Ende mengalami kerugian Rp 18 miliar menabungkan uang di LKF pimpinan Niko Ladi yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Penfui Kupang. Anggota LKF Mitra Tiara dari Ende berasal dari Kecamatan Kelimutu.

Jakobus mengatakan, Niko Ladi digugat perdata oleh 705 nasabah ke PN Larantuka. Berdasarkan putusan PN Larantuka, Nomor 09/PDT.G/2017/PN.L.TK yang telah berkekutan hukum tetap, Niko Ladi diwajibkan mengembalikan dana nasabah Rp 47 Miliar milik 705 nasabah.

Sebelumnya, Niko Ladi dijatuhi 14 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Kupang dan menbayar denda Rp 100 miliar.

LKF Mitra Tiara didirikan 2013 memiliki 16.155 nasabah menghimpun dana Rp 413.795.357.683. (laporan reporter POS-KUPANG.COM, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved