Dinas Dikbud Nagekeo Gunakan DAK Rp 11 Miliar Perbaiki Ruang Kelas yang Rusak

Dinas Dikbud Kabupaten Nagekeo Gunakan DAK Rp 11 Miliar Perbaiki Ruang Kelas yang Rusak

Dinas Dikbud Nagekeo Gunakan DAK Rp 11 Miliar Perbaiki Ruang Kelas yang Rusak
POS KUPANG.COM/GORDI DONOVAN
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo, Tarsisius Djogo, S.Sos 

Dinas Dikbud Kabupaten Nagekeo Gunakan DAK Rp 11 Miliar Perbaiki Ruang Kelas yang Rusak

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Tarsisius Djogo, S.Sos, mengaku pemerintah sangat komit untuk mengurus pendidikan.

Buktinya, setiap tahun anggaran alokasi untuk dinas pendidikan dan kebudayaan ada peningkatan. Sehingga ada kemajuan dibidang pendidikan di Nagekeo seperti penambahan fasilitas sekolah serta sarana dan prasarana penunjang lainnya.

Gunakan Narkoba sejak 20 Tahun Lalu, Begini Pengakuan Nunung kepada Polisi

"Jumlah sekolah SD 180 sekolah. Sekolah negeri 100 dan swasta 80. Sedangkan SMP 60. SMP Negeri 40 dan swasta 20 sekolah. Pemerintah Nagekeo komit memajukan pendidikan dan setiap tahun ada dana semakin bertambah," ungkap Tarsisius, kepada POS KUPANG.COM, Senin (22/7/2019)

Ia menyebutkan dengan adanya dana untuk pembangunan fisik, maka jumlah sekolah yang ditargetkan untuk diperbaiki setiap tahun kurang lebih 20 sekolah.

Argo Yuwono: Komedian Nunung Buang Sabu ke Kloset Saat Tahu Polisi Tiba di Rumahnya

Ia menjelaskan perhatian pemerintah dari tahun ke tahun ada peningkatan. Tahun 2019 dana DAK sebesar 11 M lebih di peruntukan untuk rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, laboratorium IPA, rumah guru atau kepala sekolah.

Ia menyebutkan untuk dukungan dari lembaga sosial ada dibeberapa sekolah. Tujuannya sama untuk peningkatan fasilitas dan perbaikan ruang kelas yang mungkin masih butuh rehabilitasi.

"Terhadap dukungan lembaga sosial secara khusus memang belum ada akan tetapi dukungan dari baberapa LSM misalkan Yayasan Sanres telah memberikan dukungan dana berupa rehabilitasi beberapa ruangan kelas pada wilayah binaan mereka. Khususnya dalam Program Sekolah Aman Bencana," ungkapnya.

Ia menjelaskan terhadap kondisi sekolah yang butuh perhatian Pemda selalu memiliki target untuk diperbaiki dengan skala prioritas yang disesuaikan dengan ketersediaan dana.

"Untuk sekolah yang masih darurat dan yang pakai naja (bambu) sudah tidak ada lagi. Sedangkan untuk sekolah yang lantai tanah masih terdapat beberapa ruang kelas yang harus membutuhkan penanganan segera," ujarnya. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved