Semifinal El Tari Memorial Cup 2019

Persada Pernah Membuat Lawannya Ketakutan. Bagaimana Kalau Melawan Malaka?

Persada akan menghadapi lawan yang memiliki rasa sama seperti kala mereka mendiktenya di kadang sendiri.

Persada Pernah Membuat Lawannya Ketakutan. Bagaimana Kalau Melawan Malaka?
ISTIMEWA
Pelatih Persemal Malaka, Adrianus Bria Seran, SH bersama pemaian Persema Malaka, di Lapangan Sepakbola di Betun, Sabtu (1/7/2017) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sebenarnya kalau bicara soal pembuktian kualitas, Persemal Malaka sudah melakukannya sejak babak penyisihan. Tak pernah terkalahkan, Persemal Malaka kini sudah berada di babak semifinal.

Apa yang dikatakan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kalau Persemal Malaka memiliki banyak keunggulan tak salah. Bermain di kampung sendiri, lebih mengenal karakter lapangan, ditonton oleh publik sendiri, ditonton orangtua, pacar dan mungkin saja didukung para leluhur, siapapun yang menjadi tuan rumah, akan mengalami hal ini.

Persada Sumba Barat Daya yang akan menjadi lawannya di semifinal sore ini, Senin (22/7/2019), adalah juara El Tari Memorial Cup 2011. Di kandangnya, Persada membuat lawan- lawannya jerih. Entah karena para pemain harus bersentuhan langsung dengan penonton yang berjubel di tepi lapangan, mungkin juga karena emosional daerah yang membuat mereka bermain 'kesetanan.'

Kini Persada akan menghadapi Persemal Malaka. Rasa yang sama akan dialami Persemal Malaka. Dan, Persada akan menghadapi lawan yang memiliki rasa sama seperti kala mereka mendiktenya di kandang sendiri.

Lalu, apa strategi yang mesti dilakukan? Persemal Malaka punya pelatih yang tahu bagaimana membangkaitkan emosional para pemain. Secara kualitas teknis, Persemal Malaka dan Persada nyaris tak ada beda. Sama-sama mengandalkan permainan bola dari kaki ke kaki, kecepatan gelandang menjadi faktor penentu.

"Malaka dilarang kalah. Tamu dilarang menang." Kalimat ini terus dikumandangkan Stef Bria Seran. Namun, dalam sepakbola, itu saja tidak cukup. Mental tuan rumah biasanya jebol ketika gawangnya lebih dulu dibobol. Dan, ini yang memang mesti dilakukan Persada kalau ingin menang. Pasalnya, kalau Malaka dibiarkan menguasai permainan, jangan harap Persada akan menang.

Satu catatan yang mesti diperhatikan oleh panitia adalah faktor kemenangan. Harapan besar masyarakat Malaka ingin melihat timnya juara, pasti akan menimbulkan berbagai efek. Kondisi lapangan yang bisa diterobos penonton, akan jadi bumerang bila masyarakat tidak puas, entah itu dengan kekalahan, ataupun kepemimpinan wasit.

Yang terakhir ini, soal kepemimpinan wasit, terkadang menjadi alasan orang untuk berbuat sesuatu. Ini harus menjadi catatan penting bagi Asprov PSSI NTT. Profesional demi prestasi sepakbola NTT? Ataukah masih mau diobok-obok dengan kepentingan sesaat yang terus berulang saat El Tari Memorial Cup ini dihelat. **

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved