Film Berjudul "Salam" Karya Mahasiswa Universitas Timor Raih Juara Umum FFMI 2019

Universitas Timor (Unimor) perlu berbangga karena salah satu karya mahasiswanya diapresiasi oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Ri

Film Berjudul
istimewa
Para pemain film pendek berjudul Sahabat Alam foto bersama dengan produser. Gambar diambil beberapa waktu yang lalu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Universitas Timor (Unimor) perlu berbangga karena salah satu karya mahasiswanya diapresiasi oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Insonesia.

Pasalnya, salah satu film pendek yang berjudul "Sahabat Alam atau Salam" menjadi juara umum dalam Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) 2019 sehingga memboyong piala bergilir Kemenristekdikti ke Unimor.

Film Salam yang diproduseri oleh Hermina Manlea, S.Si, M.Env.Sc, dibantu oleh Primus Bere Boe, S.Pd dan Engelbertus Taus, ST tersebut juga masuk dalam 10 kategori nominasi dan menang di tiga kategori yakni film terbaik, aktris terbaik dan penata gambar terbaik.

Sebelumnya, film karya mahasiswa yang berada di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste itu juga pernah mendapat penghargaan nasional dalam ajang sama pada tahun 2017 lalu.

Tim Sepak Takraw Putri NTT Siap Tanding di Pra PON XX 2019 di Kalimantan Utara

Salah satu produser Hermina Manlea mengatakan, ia merasa bangga dan bahagia karena untuk kedua kalinya berturut-turut bisa mengharumkan nama Universitas Timor di kancah nasional.

Hermina mengaku ia bangga dengan pencapaian tersebut karena karya mahasiswanya bisa bersaing dengan kampus-kampus terbaik lainnya di Indonesia seperti ITB, Universitas Brawijaya, dan kampus ternama lainnya.

"Membawa nama Unimor yang masih dipandang sebelah mata di kancah persaingan pendidikan tinggi di Indonesia menjadi yang terbaik selama 2 kali berturut-turut menjadi kebahagiaan tersendiri untuk kami pembina dan para mahasiswa yang kami bina," ungkap Hermina.

Hermina menambahkan, melalui prestasi itu dirinya ingin menitipkan pesan kepada semua pihak bahwa memajukan pendidikan di daerah bisa dilakukan dari berbagi segi.

Menurutnya, jika pendidikan tinggi di Timor belum mampu bersaing di bidang sains dan teknologi karena kekurangan dan keterbatasan fasilitas, maka setidaknya kita bisa menjadi yang terbaik di bidang seni kreativitas (dalam hal ini produksi film-film edukatif).

"Saya dan kedua orang pembina berkomitmen untuk ke depannya kami akan konsisten berkarya menghasilkan film-film pendidikan dan mengangkat permasalahan sosial yang ada," ujarnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved