VIDEO: Dinas Peternakan Lembata Pelihara 300 Ayam Petelur

VIDEO: Dinas Peternakan Lembata Pelihara 300 Ayam Petelur. Hal ini untuk mendukung persediaan telur ayam di Kabupaten Lembata.

VIDEO:  Dinas Peternakan Lembata Pelihara 300 Ayam Petelur di Belakang Kantor

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -- VIDEO:  Dinas Peternakan Lembata Pelihara 300 Ayam Petelur di belakang kantor

Dinas Peternakan Kabupaten Lembata memelihara sekitar 300 ayam petelur. Selain sebagai contoh, ratusan ayam yang dipelihara di belakang kantor itu untuk membantu persediaan telur ayam di daerah itu.

Ini merupakan bagian dari inovasi Mandiri Telur Ayam (Mader) yang dilakukan Dinas Peternakan Kabupaten Lembata guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

Hasil produksi telur dari kandang ini pun luar biasa. Permintaan akan kebutuhan telur begitu tinggi meski produksinya masih terbatas.

VIDEO: Ricky Matasina Buat Es Buah Semangka Kelor. Ini Ungkapannya

VIDEO: Kapolsek Loura Datangi SDN Kadul, Sumba Barat Daya

VIDEO: Kejaksaan Negeri Manggarai Gelar Sunat Massal

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, Kanisius Tuaq, menyebutkan inovasi itu bertujuan mengintegrasikan program dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lembata.

"Ternak ayam ini kan butuh pakan dan pakan ini dari dinas pertanian yang selama ini kesulitan pasar jagungnya dan hasil-hasil pertanian lainnya," kata Kanisius saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/7/2019).

Yang lebih penting lagi, ungkap Kanis, inovasi mandiri telur ayam itu untuk mengurangi biaya pengeluaran masyarakat yang membeli telur dari luar Lembata.

"Uang kita punya ini mengalir keluar. Tapi kalau kita buat seperti ini uang itu tetap ada di Lembata sini."

VIDEO: Pria Asal Sarai Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Rumah

VIDEO: BPBD Sumba Timur Bantu Air Bersih ke 15 Desa

VIDEO: Kios Tambal Ban di Kota Kupang, Ludes Dilalap Api

Dia merincikan, berdasarkan data yang ada, setiap tahun, sekitar 10 juta butir telur dari luar masuk ke pasaran Lembata. Jika harga satu butir telur Rp 2.000, maka dalam satu tahun uang yang keluar dari Lembata sebesar Rp 20 miliar.

Dari fakta ini, kata dia, adalah lebih baik jika produksi telur dilakukan di dalam daerah supaya uang itu tetap berputar di Kabupaten Lembata.

"Banyak yang masih pesimis, tapi lihat ini sudah menghasilkan. Walaupun kita dihadapkan dengan kendala juga.  Saat ini orang antre dapatkan telur ayam. Pesan hari ini besok baru dapat," ujarnya.

VIDEO: Karyawan Baru Kopdit Swastisari Pekikkan Yel-yel Penun Semangat. Lihat Aksinya

VIDEO: Bank NTT Buka Kantor Kas Baru di RS Borromeus, Kota Kupang

VIDEO: Warga TTU Kubur Bom di Samping Rumah

Saat ini, katanya, sekitar 10 ribu ekor ayam petelur sudah berada di Kabupaten Lembata. "Untuk sementara kami belum punya dana yang cukup. Tapi masyarakat juga sudah usaha sendiri karena peluang pasar telur ayam sangat tinggi," ujarnya.

Dia menyebutkan, baru-baru ini pihaknya membuat telaahan kepada bupati supaya sektor ini diperhatikan. “Saya bergerak di bidang ini saja. Kalau ini dilakukan maka sektor pertanian tumbuh, sektor perikanan juga tumbuh,” jelasnya.  (POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Nonton Videonya Di Sini:

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved