Di Kabupaten Alor ada Tradisi Budaya Panggil Ikan Dugong

Festival Panggil Ikan Dugong harus dikemas dengan lebih baik lagi sehingga mendatangkan turis mancanegara

Di Kabupaten Alor ada Tradisi Budaya  Panggil Ikan Dugong
Dok Biro Humas Setda NTT
Suasana upacara pemanggilan Ikan Dugong pada acara Festival di Kabupaten Alor yang dihadiri Gubernur NTT pada Jumat (19/7/2019) 

Di Kabupaten Alor ada Tradisi Budaya  Panggil Ikan Dugong

POS-KUPANG.COM I KUPANG--Nama Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) boleh dibilang sudah mendunia. Kabupaten berjulukan Nusa Kenari ini memiliki potensi seni budaya dan pariwisata alam yang sangat indah.

Salah satu tradisi budaya yang kini tengah dipromosikan adalah budaya panggil ikan Dugong. Budaya ini bahkan sudah dikemas dalam festival yang digelar pada tanggal 19 Juli 2019.

Dalam Rilis Berita dari Biro Humas Setda NTT yang diperoleh POS KUPANG.COM, Sabtu (20/7/2019), Gbernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat secara khusus menghadiri Festival Panggil Ikan Dugong di  Kabupaten Alor itu.

Gubernur menilai bahwa Festival Panggil ikan Dugong ini adalah tradisi yang ada dan menjadi kekayaan yang dimiliki di NTT. Festival  ini harus menjadi daya tarik internasional.

Pada acara Festival Panggil Ikan Dugong yang diadakan di Pantai Wisata Mali Kabupaten Alor ini, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menyambut positif. Bahkan dirinya mengusulkan agar  Festival Panggil Ikan Dugong  harus dikemas dengan lebih baik lagi sehingga mendatangkan turis mancanegara yang terkenal agar memiliki nilai jual yang tinggi.

Gubernur Viktor mengapresiasi pula pada salah seorang tokoh masyarakat setempat atas nama,  Onesimus Laa yang memiliki kemampuan memanggil Ikan Dugong. Ikan Dugong merupakan salah satu spesies laut yang dilindungi serta belum banyak mendapat perhatian masyarakat.

“Kita harus bangga memiliki orang seperti dia (Bapak Onesinus Laa.  Dia sangat berperan disini. Terima kasih Bapak  Onesimus Laa," puji Gubernur Viktor ketika itu.

Bupati Alor, Amon Djobo menyampaikan apresiasi kepada Gubernur beserta rombongan yang sudah hadir dalam acara tersebut.

Amon menyebutkan bahwa walaupun banyak pihak menilai masyarakat Alor miskin harta, tetapi orang Alor tidak miskin harga diri dan memiliki  kepercayaan diri yang tinggi.

"Kami ada disini lewat budaya dan tradisi kami," tegas Bupati Amon Djobo.

Kadis Pariwisata Provinsi NTT,  Ir. I Wayan Darmawa, MT, mengatakan, di Kabupaten Alor terdapat lima potensi wisata yakni,  Wisata Taman Laut, Diving dan Snorkling, Pancing Mania, Wisata Budaya Takpala dan Bampalola.

Kehadiran Gubernur NTT dan rombongan disambut meriah. Dua lagu dipersembahkan siswa siswi SD Gmit Pulelang yakni, lagu "Kami ucapkan selamat datang"  dan lagu "Tanah Air". Adapula  Tarian Caka Lele dan Lego Lego dari sanggar Eheng Hulu yang artinya beringin berlukis atau bersejarah dari Suku Kabola.

BREAKING NEWS : Kadis Koperindag Lembata Jatuh Dari Lantai Dua RSUD Lewoleba

PT. Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Gelar Puskesmas Keliling, Warga Naimata Antusias

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, unsur Forkopimda Kabupaten Alor,  pimpinan OPD lingkup provinsi NTT dan Kabupaten Alor, Putri Pariwisata Kabupaten Alor, Pimpinan BUMN dan BUMD Tingkat Provinsi dan Kabupaten Alor.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved