BREAKING NEWS: Reinardus Ditemukan Tewas Gantung Diri di TPU Kita Kefamenanu

Reinardus Desideri Bani (27) warga RT 010/RW 004, Kelurahan Kefa Utara, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU ditemukan gantung diri

BREAKING NEWS: Reinardus Ditemukan Tewas Gantung Diri di TPU Kita Kefamenanu
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Keluarga korban saat melakukan evakuasi jenazah korban di TPU Kefamenanu, Kamis (18/7/2019). 

Reinardus Desideri Bani Ditemukan Tewas Gantung Diri di TPU Kita Kefamenanu

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Reinardus Desideri Bani (27) warga RT 010/RW 004, Kelurahan Kefa Utara, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ditemukan gantung diri.

Reinardi yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ditemukan gantung diri di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kita, Kefamenanu, Kamis (18/7/2019) sekira pukul 17:00 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa jasad Reinardus ditemukan oleh dua orang warga bernama Tadeus Sena (39) dan Abel Da Costa (52).

Saat itu, Tadeus mendapat informasi dari anak-anak yang mengatakan bahwa mereka melihat seorang laki-laki yang tidak mereka kenal semetara tergantung di pohon.

Merasa penasaran dengan informasi dari anak-anak tersebut, Tadeus kemudian mengajak Abel Da Costa yang kebetulan pada saat itu duduk bersamanya untuk datang melihat langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah sampai di TKP, betapa terkejutnya Tadeus dan Abel Da Costa melihat korban sudah tak bernyawa, sementara tergantung di pohon menggunakan seutas tali.

Polisi Cari Keluarga Kakek yang Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah

Tidak menunggu waktu yang lama, Abel langsung menghubungi pihak kepolisian setempat untuk melaporkan kasus penemuan mayat tersebut.

Mendengar laporan tersebut, personil kepolisian dari Polres TTU langsung mendatangi TKP. Namun saat tiba di TKP, jenazah Reinardi sudah diturunkan sendiri oleh orangtuanya.

Lihat Mama Gantung Diri di Pohon Mente, Teok Potong Tali Nilon

Atas kematian tersebut, pihak keluarga menolak untuk dilakukan Visum Et Retrum (VER). Hal itu ditandai dengan penandatanganan surat keterangan penolakan. Pihak keluarga menerima kematian korban dengan iklas. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved