Warga Praihambuli Sumba Timur Jalan Kaki 8 KM Untuk Peroleh Air Bersih

terpaksa harus berjalan kaki atau menggunakan kendaraan untuk pergi mengambil air di mata air Kambohepang, Kecamatan Lewa

Warga Praihambuli Sumba Timur Jalan Kaki 8 KM Untuk Peroleh Air Bersih
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Warga Praihambuli sedang pergi mengambil air menggunakan jerigen. 

Warga Praihambuli Sumba Timur Jalan Kaki 8 KM Untuk Peroleh Air Bersih

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Akibat musim kering yang melanda, warga desa di Praihambuli, Kecamatan Ngaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur menderita air bersih. Penderitaan air bersih itu selalu mereka alami pada setiap tahun di saat musim kemarau.

Untuk memperoleh air bersih sebagian warga setempat terpaksa membeli air, dan sebagian warga yang tak memiliki uang terpaksa harus berjalan kaki atau menggunakan kendaraan untuk pergi mengambil air di mata air Kambohepang, Kecamatan Lewa.

Yuliana Bangkahe (45) seorang warga desa setempat kepada POS-KUPANG. COM, Jumat (19/7/2019) mengatakan, mereka warga desa Praihambuli khususnya Kampung Haurani sangat kesulitan air bersih.

Kata dia, bagi yang memiliki uang bisa membeli air di mobil tangki air, namun bagi ia dan keluarganya yang tak memiliki uang terpaksa harus menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki untuk memperoleh air bersih.

"Saya dan keluarga pakai jalan kaki saja sejauh 8 kilometer untuk dapat air bersih di mata air Kambohepang. Mau beli uang tidak ada, kalau ada warga disini yang punya uang dia beli di mobil tangki atau pun membeli per drom air, kalau saya pikir uang sedikit biar beli beras dan kebutuhan lain untuk anak sekolah, biar air kami pergi ambil jauh,"kisah Yuliana.

Warga setempat lainya Naumi Ka Eumata (40) juga mengaku, mereka sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Untuk memperoleh air bersih warga harus menempuh jarak sekitar 8 kilometer di kali Kombahepang.

Kata dia, sejauh ini ia dan keluarganya hanya dengan membeli air dari mobil tangki air dengan harga permobil tangki ukuran 5000 liter Rp 150.000.

"Jadi kalau ada yang jual air pakai mobil tangki kita beli. Harga tangki yang ukuran 5000 itu Rp 150.000,"ungkapnya.

Naumi juga mengaku, dalam sebulan ia dan keluarganya bisa menghabiskan air sekitar 2 sampai 3 tangki mobil ukuran tersebut. Bahakan jika acara adat atau kematian bisa sampai 4 tangki dalam sebulan.

"Kalau kita kali bagi sudah 450 ribu selama sebulan kita habiskan hanya untuk beli air. Coba kalau ada air kita bisa manfaatkan uang itu untuk kenpentingan lain,"ungkap Naumi.

Warga lainya Behar Ndapawawa juga kepada POS-KUPANG. COM mengaku, mereka sangat kesulitan air bersih sudah bertahun-tahun pada setiap musim kemarau tiba. Disaat musim hujab mereja bisa memanfaatkan air hujan dan sejumlah mata air yang ada di wilayah itu, namun kini mata airnya sudah kering.

Jimmi Sianto Berang Tidak Semua Guru Honor Terima Insentif

Turut Ramaikan Aplikasi FaceApp, BCL Menolak Tua, Ini Yang Dilakukannya

Pelaku Penganiayaan Anak di Oenesu Miliki 10 Anak

Kata dia, untuk mengambil air bersih harus pergi jauh sekitar 8 kilometer di Kambohepang.

"jadi kalau ada uang saya beli tampung di bak,tapi kalau tidak saya dengan motor pergi ambil baru datang tampung,"ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved